Jokowi Luncurkan GovTech Indonesia Bernama 'INA Digital'

Divson
27 May 2024 17:37 WIB

Sender.co.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi meluncurkan Goverment Technology (GovTech) Indonesia yang diberinama INA Digital pada hari ini, Senin (27/5) di Istana Negara, Jakarta.
 
Untuk diketahui, GovTech adalah tim pengelola digital yang bertugas memandu keterpaduan layanan digital nasional, di mana pelaksananya adalah Perum Peruri.
 
“Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim pada pagi hari ini, secara resmi saya luncurkan GovTech Indonesia dengan nama INA Digital,” kata Jokowi.


Lebih lanjut, Jokowi mengatakan tim ini nantinya akan bertugas untuk mengintegrasikan sebanyak 27.000 aplikasi milik Kementerian dan lembaga, pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota.
 
Adapun salah satu tujuannya, agar kehadiran birokrasi bisa terasa melayani, tidak mempersulit dan memperlambat. Sehingga ke depan, yang menjadi tolok ukur birokrasi adalah kepuasan masyarakat, manfaat yang diterima masyarakat, serta kemudahan urusan masyarakat.
 
“Tapi bagaimana bisa lebih mudah, kalau di Kementerian, di lembaga, di pemerintah daerah provinsi, kabupaten, kota ada kurang lebih 27.000 aplikasi, 27.000 platform yang berjalan sendiri-sendiri. Yang kerjanya juga sendiri-sendiri,” jelasnya.
 
“Enggak akan mungkin tadi yang saya sampaikan mempermudah mempercepat, enggak. Tidak terintegrasi dan bahkan banyak yang justru tumpang-tindih,” sambungnya.
 
Atas dasar itu, Jokowi menegaskan untuk seluruh Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah Provinsi serta Kota dan Kabupaten untuk setop membuat aplikasi baru.
 
“Oleh sebab itu, perlu saya sampaikan mulai tahun ini, berhenti membuat aplikasi baru. Mulai tahun ini berhentilah membikin platform-platform baru, stop,” tegasnya.
 
Ke depan, Jokowi menyebut GovTech akan melahirkan jalan tol untuk digitalisasi pelayanan publik, yakni dengan membuat satu portal terintegrasi yang juga diberinama INA Digital. Hal itu diperlukan agar Indonesia memiliki daya saing secara global dari sisi infrastruktur publik.
 
“Kita harus memperkuat digital publik infrastruktur kita. Macam jalan tol untuk digitalisasi pelayanan publik negara. Kita juga harus memperkuat transformasi GovTech kita, satu portal terintegrasi yang kita namakan INA digital yang di situ ada layanan pendidikan layanan kesehatan dan layanan izin usaha, ada perpajakan dan lain-lainnya,” ujarnya.
 
Meski begitu, Jokowi mengatakan migrasi dari puluhan ribu aplikasi yang sudah ada itu akan dilakukan secara bertahap. Ia pun meyakini proses ini tidak sebentar, namun yang terpenting GovTech saat ini sudah melalukan langkah awal untuk memulainya.
 
“Memang ini adalah tahap awal kita memulai, tapi enggak apa-apa, saya kira apa migrasinya memang harus bertahap yang penting dimulai dulu. ASN digital-nya juga disiapkan, sistemnya terus disosialisasikan, kemudian diperbaiki terus dan dilanjutkan secara bertahap,” ujarnya. (*)

Tag

Komentar