Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan terkait perkembangan negosiasi dengan Iran melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. (Foto: Instagram @realdonaldtrump)
Sender.co.id - Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung selama sekitar 20 jam di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan, Sabtu (12/4/2026).
Pertemuan tersebut menjadi salah satu dialog paling intens antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir, namun tidak menghasilkan titik temu atas sejumlah isu krusial.
Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menyampaikan bahwa negosiasi belum membuahkan hasil. “Kami belum mencapai kesepakatan, dan masih ada perbedaan signifikan yang harus diselesaikan,” ujarnya.
Dalam perundingan itu, Amerika Serikat menekankan penghentian pengembangan program nuklir Iran sebagai syarat utama. Sementara Iran menuntut pencabutan sanksi serta jaminan atas kepentingan ekonominya.
Seorang pejabat Iran juga menyatakan bahwa tuntutan yang diajukan dinilai terlalu berat. “Beberapa tuntutan tidak realistis dan tidak dapat kami terima,” kata pejabat tersebut.
Perbedaan posisi tersebut membuat negosiasi berjalan alot hingga akhirnya berakhir tanpa hasil konkret. Kedua pihak dilaporkan tetap bertahan pada kepentingan masing-masing.
Selain isu nuklir dan sanksi, pembahasan juga mencakup keamanan kawasan, termasuk jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi kepentingan strategis kedua negara.
Gagalnya perundingan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kelanjutan gencatan senjata sementara yang sebelumnya disepakati selama dua pekan.
Sejumlah laporan menyebutkan, Amerika Serikat mempertimbangkan langkah lanjutan, termasuk opsi tekanan tambahan terhadap Iran, menyusul tidak tercapainya kesepakatan.
Situasi ini berpotensi meningkatkan kembali ketegangan di kawasan Timur Tengah, sekaligus berdampak pada stabilitas global, khususnya sektor energi.
Hingga kini, belum ada kepastian terkait kelanjutan dialog antara kedua negara. (wg/dv)
Komentar