Asap tebal membumbung dari kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang dilanda kebakaran hutan dan lahan. BPBD Jawa Timur mengerahkan drone water spray untuk membantu pemadaman di medan terjal, sementara BNPB menyiapkan helikopter water bombing dan operasi modifikasi cuaca guna mempercepat penanganan kebakaran. Foto: Tempo.co
Kebakaran Hutan di Bromo Capai 60 Hektare, BPBD Jatim Kerahkan Drone Water Spray
Sender.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, terus meluas. Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), luas area yang terbakar telah mencapai sekitar 60 hektare, meliputi wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, sekitar 10 hektare lahan terbakar berada di kawasan Watu Gede, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Sementara 50 hektare lainnya berada di kawasan Jantur, yang masih termasuk wilayah TNBTS di Kabupaten Malang. Kondisi cuaca kering dan tiupan angin membuat kobaran api cepat meluas ke kawasan vegetasi pegunungan.
Untuk mempercepat proses pemadaman, BPBD Jawa Timur mengerahkan drone water spray berkapasitas 150 liter yang mampu menyemprotkan air ke titik-titik api di medan curam yang sulit dijangkau petugas darat. Selain drone, BPBD juga mengoperasikan satu unit truk tangki air, mobil pengangkut tandon air, serta menerjunkan personel gabungan yang melakukan pemadaman manual menggunakan metode gepyok.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan penggunaan drone menjadi solusi efektif karena sebagian besar titik api berada di lereng terjal yang sulit diakses kendaraan maupun personel.
"Drone water spray sangat membantu menjangkau titik api di medan yang sulit dijangkau petugas," ujar Gatot Soebroto.
Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto memastikan pemerintah pusat juga telah menyiapkan dukungan pemadaman dari udara dengan mengerahkan dua unit helikopter water bombing. Selain itu, BNPB sedang mempersiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan apabila kondisi atmosfer memungkinkan.
"Selain water bombing, BNPB juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca yang pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kebutuhan operasi di lapangan," kata Suharyanto.
Operasi pemadaman melibatkan unsur TNBTS, BPBD, BNPB, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, dan masyarakat. Selain memadamkan api, tim gabungan juga membuat sekat bakar untuk mencegah kobaran menjalar ke kawasan konservasi lainnya. Hingga Kamis (6/8/2026), belum ada laporan korban jiwa akibat kebakaran tersebut, namun sejumlah akses wisata di kawasan Bromo masih ditutup sementara guna mendukung proses penanganan dan menjaga keselamatan pengunjung.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area yang masih ditutup serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau. BNPB juga meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi vegetasi yang kering membuat risiko penyebaran api masih sangat tinggi. (wg)
Komentar