Tim Panjat Tebing Indonesia Sabet Emas di Guiyang, Catat Waktu 11,35 Detik

Wangga Lasmi Damayanti
16 September 2026 10:35 WIB

Sender.co.id – Tim panjat tebing Indonesia kembali menorehkan prestasi di panggung internasional. Duet Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah berhasil merebut medali emas nomor speed relay campuran (mixed relay) pada ajang World Climbing Series Guiyang 2026 di Guiyang, Provinsi Guizhou, Tiongkok, Sabtu (12/9/2026).

Indonesia menurunkan dua tim pada nomor tersebut. Tim Indonesia 1 diperkuat Raharjati dan Rajiah, sedangkan Indonesia 2 diisi Antasyafi Robby Al Hilmi dan Kadek Adi Asih. Raharjati-Rajiah berhasil melaju hingga final dan menghadapi tim Tiongkok 2 yang diperkuat Mengli Zhang dan Ziyu Zhou.

Pada babak final, Raharjati tampil sebagai pemanjat pertama dan mampu melaju mulus sebelum estafet dilanjutkan Rajiah. Keduanya kemudian mencatatkan waktu 11,35 detik, sekaligus memastikan posisi pertama. Sementara pasangan Tiongkok 2 finis dengan waktu 14,85 detik dan berhak atas medali perak.

Medali perunggu diraih tim Amerika Serikat 1 yang diperkuat Samuel Watson dan Emma Hunt. Mereka mencatat waktu 11,85 detik setelah mengalahkan pasangan Prancis 1, Jerome Morel dan Capucine Viglione, yang finis dalam 13,40 detik.

Perjalanan Indonesia 2 yang diperkuat Antasyafi dan Kadek Adi Asih terhenti di babak perempat final. Mereka mencatat waktu 11,97 detik dan kalah dari Amerika Serikat 1 yang finis dalam 11,46 detik.

Bagi Raharjati, kemenangan tersebut menjadi hasil dari proses latihan yang dilakukan secara konsisten. Ia mengaku sangat bersyukur dapat kembali membawa Indonesia ke podium tertinggi.

“Saya sangat bahagia dan bersyukur bisa mendapatkan medali emas,” kata Raharjati. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada rahasia khusus di balik kemenangan tersebut karena konsistensi latihan menjadi kunci utama.

Sementara itu, Rajiah mengaku senang dapat berdiri di podium pertama. Hasil tersebut juga menjadi pembuktian setelah pada seri sebelumnya di Krakow, ia bersama Raharjati hanya mampu menempati posisi keempat pada nomor speed relay campuran.

“Saya sangat senang bisa podium satu. Pada seri Krakow, saya juga berpasangan dengan Raharjati dan kami tidak podium. Saya hanya berusaha agar lebih baik dan sekarang bisa podium satu,” ujar Rajiah.

Medali emas di Guiyang juga memiliki arti khusus bagi Rajiah karena menjadi emas pertamanya sepanjang musim 2026. Sebelumnya, Indonesia telah lebih dahulu mengamankan emas di Guiyang melalui Antasyafi Robby Al Hilmi pada nomor speed perorangan putra.

Pelatih kepala Timnas Panjat Tebing Indonesia, Galar Pandu Asmoro, mengatakan pencapaian Raharjati dan Rajiah telah sesuai dengan target yang ditetapkan tim. Menurutnya, konsistensi para atlet dalam menjalani latihan menjadi salah satu faktor penting di balik keberhasilan tersebut.

“Keberhasilan ini bisa dicapai karena konsistensi para atlet dalam latihan,” ujar Galar.

Keberhasilan di Guiyang sekaligus memperlihatkan kekuatan Indonesia pada nomor speed. Sebelum emas mixed relay diraih Raharjati-Rajiah, Antasyafi telah lebih dulu menjadi juara nomor speed putra. Dalam dua hari kompetisi, Indonesia pun berhasil mengoleksi dua medali emas dari ajang tersebut.

World Climbing Series Guiyang juga menjadi bagian dari persiapan para atlet Indonesia menghadapi agenda kompetisi berikutnya. Sebelum keberangkatan ke Guiyang, Head Coach Galar Pandu Asmoro menyebut ajang tersebut menjadi salah satu persiapan menuju Asian Games, sementara Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia Aries Susanti Rahayu mengatakan kompetisi itu penting untuk menjaga performa dan peringkat dunia atlet.

Setelah sukses di Guiyang, Raharjati dan Rajiah dijadwalkan kembali berpasangan pada seri World Climbing Series berikutnya di Chongqing, Tiongkok, 18–20 September 2026. Keduanya membawa modal positif setelah berhasil mengubah hasil di Krakow menjadi podium tertinggi di Guiyang. (wg)

Komentar