Korban Judi Online jadi Penerima Bansos, PKS: Wacananya tak Tepat, Malu Kita

Veridial
20 June 2024 11:16 WIB

Sender.co.id - Gelombang penolakan pelaku judi online dijadikan penerima Bansos terus menggelinding. Salah satu partai politi yang menolak secara tegas ialah PKS. Fraksi PKS DPR RI menilai bansos hanya untuk rakyat miskin yang benar-benar membutuhkan.

Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini tak sepakat dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang menyarankan pemain judi online mendapat bantuan sosial (bansos).

"Wacana ini tidak tepat. Tidak ada namanya korban judi online. Yang ada adalah pelaku judi online yang kemudian bangkrut hingga terlihat utang. Justru pelaku ini harus diberi efek jera, agar jangan sekali-kali terlibat judi online," kata Jazuli, Kamis (20/6).

Menurut Jazuli, Pemerintah jangan seolah malah memberi angin segar bagi para pelaku judi online. Nanti kalau terpuruk karena judi malah dapat bansos.

Sebaliknya, seharusnya pemerintah memberi pesan kuat untuk memberantas judi online karena ini adalah sumber kehancuran masyarakat bahkan negara. Judi bisa memicu kerusakan moral, kemiskinan, bahkan tindak kejahatan.

"Itu mengapa agama mengharamkan judi. Tidak ada satupun agama yang membolehkan judi. Undang-undang kita pun secara tegas melarang judi dalam bentuk apapun termasuk judi online," terang Jazuli.

Anggota DPR Dapil Banten ini meminta pemerintah bekerja keras untuk menghentikan praktek judi online ini dengan memblokir semua aplikasi judi dan menegakkan hukum secara tegas.

"Malu kita sebagai negara dengan jumlah pelaku judi online terbesar di dunia disusul Kamboja, Filipina, dan Myanmar," tandasnya. (*)

Komentar