KPK Belum Surati Kaesang Soal Jet Pribadi

Veridial
03 September 2024 14:29 WIB

Sender.co.id - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mendadak hilang usai dugaan penerimaan gratifikasi pesawat jet pribadi karena keluarganya merupakan penyelenggara negara.

Sejak kasus pesawat jet pribadi yang ditumpanginya bersama sang istri, Erina Gudono, tiba di Tanah Air usai berlibur dari Amerika Serikat, tak sekali pun Kaesang nongol ke muka publik.

Bahkan nama Kaesang trending di media sosial X yang terpantau pada Selasa (3/9).

Warganet ramai-ramai mencari keberadaan putra bungsu Presiden Joko Widodo itu.

Pegiat media sosial Jhon Sitorus turut merespons kabar hilangnya Kaesang Pangarep.

Melalui akun media sosial X, Jhon Sitorus meminta warganet untuk bersama-sama menemukan keberadaan Kaesang.

"Dicari orang hilang dengan ciri-ciri tinggi 175 cm, berat badan 80 kg, usia 29 tahun, tengil dan wawasan pengetahuan umumnya agak kurang," tulis Jhon Sitorus. 

Jhon Sitorus melanjutkan bahwa Kaesang terakhir bersama istrinya, Erina Gudono naik jet pribadi, makan roti Rp400 ribu, menginap di hotel bintang 5 di Amerika Serikat sekitar 20 Agustus 2024.

"Bagi yang menemukan sosok ini harap hubungi warga +62 karena KPK ga berani mencari untuk diperiksa," sambungnya.

"Media sosial sudah, media nasional sudah dan media international juga sudah. Apakah skandal jet pribadi anak dan menantu presiden ini hanya dianggap cerita, atau akan menjadi pembuka kotak pandora?" tulis anggota DPR Fraksi PDIP Masinton Pasaribu.

 

Sementara itu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku belum mengirimkan surat undangan kepada Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep untuk diklarifikasi terkait dugaan gratifikasi berupa penggunaan pesawat jet pribadi.

 

Jurubicara KPK, Tessa Mahardika Sugiarto mengatakan, hingga saat ini, pihaknya masih melakukan proses pembuatan surat undangan untuk anaknya Presiden Joko Widodo. 

Sehingga, surat undangan belum dikirim kepada adiknya Wakil Presiden terpilih periode 2024-2029 Gibran Rakabuming Raka itu.

"Masih proses. Belum (surat undangan belum dikirim)" kata Tessa kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Selasa (3/9).

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan, pihaknya akan mengundang Kaesang untuk diklarifikasi soal pesawat jet pribadi yang digunakan bepergian ke Amerika Serikat (AS).

"Ini mekanisme prosedur biasa saja yang berlaku di KPK ya. Kalau ada informasi dari masyarakat, kami biasanya mengundang. Kalau terkait dengan laporan penerimaan-penerimaan lewat Direktorat Gratifikasi Kedeputian Pencegahan, kami mengundang," kata Alex kepada wartawan, Jumat siang (30/8).

Namun biasanya, kata Alex, sebelum diundang KPK, pihak-pihak yang dimaksud biasanya sudah memberikan klarifikasi kepada publik. Namun demikian, KPK meminta jika hal itu dilakukan, disertakan dengan bukti-bukti.

"Apakah itu nanti akan menghentikan klarifikasi yang dilakukan KPK? Tentu sesuai kebutuhan dari Kedeputian Pencegahan dan Direktorat Gratifikasi. Kami sih berharap, ketika melakukan deklarasi atau apapun itu disertai bukti. Misalnya, 'oh nggak, saya bayar sendiri, ini lho bukti transfernya'. Jadi clear dong," tutur Alex.

Alex menegaskan, bukti-bukti itu diperlukan supaya masyarakat yang mempertanyakan dan membuat media sosial 2 hari ini sangat ramai dapat tercerahkan. Namun demikian, KPK saat ini tengah membuat surat undangan untuk Kaesang. (VE)

Komentar