ilustrasi sampah plastik (youmatter.world)
Sender.co.id - Sampah merupakan hasil buangan proses produksi
baik industri maupun domestik (rumah tangga). Sampah juga bisa diartikan
sebagai sisa kegiatan manusia sehari-hari dan proses alam, yang membentuk
sampah organik dan sampah anorganik.
Dikutip
dari MMC Kalteng, Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa makhluk
hidup dan bisa terurai alami oleh bakteri tanpa adanya campur tangan manusia,
namun perlu diberikan suatu bahan kimia dalam membantu proses penguraian.
Dampak yang ditimbulkan sampah ini yaitu hasil pembusukan yang menimbulkan bau
busuk menyengat, yang dapat menimbulkan penyakit akibat bakteri. Meskipun
begitu, sampah ini tergolong sampah yang ramah lingkungan.
Sampah
organik dapat digolongkan menjadi dua kategori yaitu sampah organik basah
(pembusukan buah-buahan dan sisa sayuran) dan sampah organik kering (kertas,
kayu, ranting pohon, dan daun kering). Keduanya memiliki manfaat bagi kehidupan
sehari-hari seperti:
1.
Dapat diolah menjadi kompos dan pupuk sederhana
Sebagaimana
kita ketahui, sampah organik dapat dijadikan kompos, namun masih banyak yang
belum tahu cara pengolahannya dan dimanfaatkan untuk pertanian, sebab butuh
ketelatenan dan melalui tahapan yang benar. Apabila tidak telaten, sampah
organik bisa diolah menjadi pupuk sederhana. Hanya diperlukan suatu lubang
untuk pembuangan sampah organik di tanah dan tunggu hingga membusuk hingga
menyerupai tanah. Unsur hara yang dihasilkan tersebut dapat digunakan untuk
menyuburkan tanaman.
2.
Tambahan Pakan Ternak
Sampah
organik yang berbentuk dedaunan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti
kambing, sapi dan hewan herbivora lainnya. Selain itu, dapat juga dibuat
menjadi pelet untuk makanan ayam dan ikan.
3.
Dapat dijadikan kerajinan tangan
Beberapa
sampah organik dapat dijadikan produk yang memiliki nilai jual, seperti enceng
gondok yang sudah dikeringkan dan dibakar dapat diolah kembali menjadi tas.
Selain itu, batok kelapa yang umumnya hanya digunakan sebagai bahan bakar,
dapat juga dijadikan sebagai peralatan masak seperti centong, cangkir, dll.
4.
Dapat dijadikan Biogas dan listrik
Sampah
organik dari tahu, tempe dan kotoran hewan dapat dijadikan bahan utama untuk
membuat biogas. Cukup sediakan wadah tertutup yang dapat dijadikan penampungan
gas dan ditambahkan air serta diaduk untuk mempercepat proses pembuatannya.
Selain itu, dapat juga ditambahkan decomposer untuk mempersingkat waktu
pembuatan, karena apabila hanya menggunakan air butuh waktu lebih dari dua
minggu.
Itulah
beberapa manfaat sampah organik yang belum banyak dimanfaatkan karena baunya
yang tidak sedap. Sesungguhnya apabila diolah dengan telaten, dapat dijadikan
sebagai peluang usaha dan juga mengurangi global warming. Semoga ke depannya
masyarakat Indonesia bisa sadar akan pentingnya pengolahan sampah organik ini
agar Indonesia terbebas dari pencemaran lingkungan. (LF)
Komentar