Marc Márquez melalui akun Instagram pribadinya menjadi sumber foto yang menampilkan dirinya bersama Sirkuit Mandalika. Pernyataan Márquez yang menyebut Indonesia sebagai sirkuit terburuk baginya berkaitan dengan catatan buruknya yang belum pernah finis di balapan utama MotoGP Mandalika. Foto: Instagram/marcmarquez93
Sender.co.id – Pembalap Ducati Lenovo, Marc Márquez, mengaku mewaspadai MotoGP Indonesia di Sirkuit Internasional Mandalika. Márquez bahkan menyebut Indonesia sebagai sirkuit yang paling buruk baginya berdasarkan pengalaman selama beberapa musim terakhir. Pernyataan itu disampaikan setelah dirinya meraih kemenangan di Sprint Race dan balapan utama MotoGP Aragon 2026.
Márquez mengatakan dirinya memiliki banyak kenangan buruk setiap kali menjalani balapan di Indonesia. “Berkaca dari pengalaman, Indonesia adalah yang terburuk bagi saya, karena setiap tahun saya memiliki kenangan buruk di sana,” ujar Márquez seperti dikutip dari Crash. Ia menambahkan bahwa di luar Indonesia, dirinya merasa cukup baik menghadapi sirkuit-sirkuit lain yang tersisa pada kalender MotoGP 2026.
Catatan Márquez di Mandalika memang kurang bersahabat. Pada MotoGP Indonesia 2022, pembalap asal Spanyol itu mengalami kecelakaan hebat saat sesi warm-up sehingga tidak dapat mengikuti balapan utama. Setahun kemudian, ia kembali gagal finis setelah terjatuh dalam balapan utama. Pada 2024, Márquez harus mengakhiri balapan akibat masalah teknis pada motornya.
Nasib buruk kembali dialami Márquez pada MotoGP Mandalika 2025. Ia terlibat insiden dengan Marco Bezzecchi pada awal balapan yang membuat keduanya gagal melanjutkan lomba. Insiden tersebut juga menyebabkan Márquez mengalami cedera pada bahu kanannya, yang menurut laporan masih menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikannya dalam menjalani musim 2026.
Dengan catatan tersebut, Márquez belum pernah menyelesaikan balapan utama MotoGP di Mandalika sejak sirkuit tersebut masuk kalender MotoGP. Ia hanya mencatat hasil positif pada Sprint Race, yakni finis ketiga pada 2024 dan keenam pada 2025. Sementara pada balapan utama, rekornya di Mandalika masih dihiasi kegagalan finis.
Kewaspadaan Márquez muncul ketika dirinya sedang kembali mengejar posisi teratas klasemen MotoGP 2026. Setelah menyapu bersih akhir pekan di Aragon, Márquez mengoleksi 237 poin dan berada di posisi kedua, hanya terpaut 19 poin dari Jorge Martín. Marco Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan 232 poin.
Márquez mengatakan strategi yang akan digunakannya adalah menjalani persaingan secara bertahap dan tidak terlalu memikirkan klasemen. Ia menilai dirinya harus memaksimalkan hasil di sirkuit yang cocok sekaligus berusaha meminimalkan kehilangan poin di trek yang selama ini kurang menguntungkannya.
“Jalani saja balapan demi balapan. Sekarang saatnya memulihkan diri dari balapan ini dan fokus ke Misano,” kata Márquez. Ia juga mengakui Jorge Martín dan Marco Bezzecchi berpotensi tampil cepat pada seri-seri berikutnya.
MotoGP Indonesia 2026 akan menjadi salah satu seri penting dalam persaingan perebutan gelar. Bagi Márquez, Mandalika bukan hanya tantangan dari sisi persaingan, tetapi juga kesempatan untuk memutus catatan buruk yang telah mengikutinya sejak MotoGP digelar di sirkuit tersebut. (wg)
Komentar