Mengapa Obesitas Anak Sangat Berbahaya? Ini Cara untuk Mencegahnya

Lucky Ferdianto
20 September 2024 02:45 WIB

Sender.co.id - Obesitas pada anak bukan hanya soal penampilan fisik, tetapi juga bisa menimbulkan risiko serius bagi kesehatan, seperti sindrom metabolik, diabetes, dan berbagai penyakit kronis lainnya.

Dilansir dari fajarcoid, menurut Dr. dr. Inge Permadhi, SpGK (K), seorang dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia, orang tua dan sekolah harus bekerja sama untuk mencegah obesitas sejak dini.

Edukasi Makanan Sehat di Sekolah

Dr. Inge menekankan pentingnya edukasi makanan sehat yang dimulai dari sekolah. Guru-guru memiliki peran penting dalam mengajarkan anak-anak mengenai gizi seimbang, yang kemudian bisa mereka terapkan di rumah.

“Anak-anak sekarang cerdas, dan mereka bisa menjadi jembatan untuk edukasi ke orang tua. Sekolah harus mengajarkan mereka tentang makanan sehat dan gizi yang seimbang,” ungkapnya.

Selain edukasi, sekolah juga disarankan untuk mendorong anak-anak agar aktif bergerak. Aktivitas fisik yang cukup dapat membantu menyalurkan energi mereka dan mencegah penumpukan lemak.

Di sisi lain, orang tua juga berperan penting dalam menjaga kesehatan anak-anak. Dr. Inge menekankan pentingnya pola hidup sehat di rumah dengan mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang dan mendampingi anak-anak dalam beraktivitas fisik.

Orang tua perlu memahami bahwa anak yang gemuk sering kali disebabkan oleh tumpukan lemak, bukan karena otot. Oleh karena itu, mereka harus mengontrol asupan makanan tinggi karbohidrat sederhana dan lemak berlebihan. Makanan dan minuman manis, khususnya, dapat meningkatkan asupan kalori secara signifikan, sehingga harus dibatasi.

Gizi Seimbang dan Pentingnya Edukasi

Untuk mencegah obesitas, orang tua bisa memulai dengan memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti buah dan sayur, dan mengurangi makanan yang digoreng atau berlemak. Dr. Inge juga mengingatkan bahwa konsumsi makanan manis berlebihan pada anak-anak bisa meningkatkan risiko penyakit metabolik seperti diabetes, hiperkolesterolemia, dan hipertensi. (LF)

Komentar