Pekerja Lab Antipes Meninggal, Rusia Pantau Hampir 200 Orang yang Diduga Kontak

Divson
05 October 2026 21:40 WIB

Sender.co.id - Kematian seorang pekerja di Institut Penelitian Antipes Irkutsk, Rusia, memicu perhatian setelah muncul laporan dugaan paparan bakteri penyebab pes. Peristiwa tersebut juga membuat hampir 200 orang yang diduga melakukan kontak dengan korban ditempatkan dalam pemantauan medis.

Pekerja bernama Darya Shipilova, 28 tahun, meninggal pada 2 Oktober 2026 setelah mengalami pneumonia berat. Ia bekerja di Institut Penelitian Antipes Irkutsk, lembaga yang menangani penelitian dan pemantauan penyakit infeksi berbahaya.

Perhatian semakin besar setelah muncul laporan media lokal bahwa Shipilova diduga mengalami insiden saat bekerja di laboratorium. Salah satu laporan menyebut ia memecahkan tabung reaksi yang diduga berisi patogen pes pada 25 September. Namun, laporan mengenai insiden tersebut belum dikonfirmasi oleh otoritas kesehatan Rusia.

Gubernur Oblast Irkutsk Igor Kobzev sebelumnya mengatakan pemerintah daerah menggelar rapat khusus setelah muncul laporan mengenai dugaan penyakit infeksi yang sangat berbahaya. Orang-orang yang diketahui melakukan kontak dengan korban kemudian ditempatkan dalam pemantauan medis.

Kobzev mengatakan orang-orang yang dipantau tidak menunjukkan gejala dan hasil pemeriksaan awal mereka negatif.

“Semua kontak yang teridentifikasi telah ditempatkan di bawah pengawasan medis. Tidak ada gejala yang ditemukan dan hasil pemeriksaan laboratorium negatif,” kata Kobzev.

Laporan terbaru menyebut jumlah orang yang dipantau mencapai 197 orang, dengan sebagian di antaranya menjalani observasi di fasilitas kesehatan sebagai langkah pencegahan. Sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Irkutsk juga dilaporkan menerapkan pembatasan sementara.

Namun, pemerintah Rusia belum mengonfirmasi bahwa Shipilova meninggal akibat penyakit pes. Rospotrebnadzor, otoritas perlindungan konsumen dan kesehatan masyarakat Rusia, menyatakan diagnosis korban adalah pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui.

“Pemeriksaan lanjutan terhadap sampel dari pasien tidak menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan aktivitas profesionalnya,” demikian pernyataan Rospotrebnadzor.

Rospotrebnadzor juga menyatakan tidak ditemukan insiden yang melibatkan mikroorganisme patogen di institut tersebut. Pemeriksaan terhadap orang-orang yang melakukan kontak dengan korban juga tidak menunjukkan adanya perubahan kondisi kesehatan yang berkaitan dengan penyakit infeksi. Dua kasus COVID-19 dan dua kasus rhinovirus memang ditemukan, tetapi tidak ditemukan patogen penyakit infeksi lainnya.

Dengan demikian, hingga laporan terbaru, belum ada konfirmasi resmi bahwa telah terjadi wabah pes di Irkutsk maupun bahwa kematian Shipilova disebabkan oleh Yersinia pestis. Rospotrebnadzor menyatakan kondisi epidemiologis di Irkutsk dan Kota Shelekhov masih stabil.

Meski demikian, langkah pemantauan terhadap hampir 200 orang tetap dilakukan sebagai tindakan pencegahan. Kasus ini masih menjadi perhatian karena korban bekerja di lembaga penelitian penyakit pes dan muncul laporan mengenai dugaan paparan patogen di tempat kerja yang hingga kini belum dikonfirmasi oleh otoritas Rusia. (ra/wg)

Komentar