Kebakaran RS PIMS Pakistan Tewaskan 14 Bayi, Pemerintah Bentuk Tim Investigasi

Wangga Lasmi Damayanti
28 August 2026 17:06 WIB

Sender.co.id – Kebakaran terjadi di ruang nursery Rumah Sakit Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS), Islamabad, Pakistan, Rabu (26/8/2026) pagi. Tragedi tersebut menewaskan 14 bayi baru lahir, sementara satu bayi berhasil diselamatkan dari ruang yang saat itu menampung sekitar 15 bayi.

Kebakaran terjadi di lantai tiga bangsal Mother and Child Health (MCH). Menurut keterangan awal rumah sakit, api muncul sekitar pukul 06.38 waktu setempat dan menyebar dengan sangat cepat di dalam ruang nursery. Dua dokter dan sejumlah perawat yang bertugas disebut langsung berupaya melakukan evakuasi setelah mengetahui adanya kebakaran.

Juru Bicara PIMS, Dr. Aneza Jalil, membenarkan bahwa 14 bayi meninggal dunia dan satu bayi berhasil diselamatkan. Ia mengatakan seluruh jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Federal Pakistan Mustafa Kamal mengatakan rekaman CCTV menunjukkan adanya percikan dari unit pendingin udara (AC) yang kemudian memicu kebakaran. Menurutnya, api berkembang sangat cepat karena terdapat sistem suplai oksigen untuk bayi-bayi yang berada di dalam inkubator.

“Sebuah percikan muncul dari AC ke lantai. Dalam satu menit, seluruh ruangan terbakar,” kata Mustafa Kamal.

Namun, penyebab pasti kebakaran masih menjadi bahan penyelidikan. Menteri Urusan Parlemen Pakistan Tariq Fazal Chaudhry mengatakan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan karena lokasi kejadian masih diperiksa sebagai bagian dari penyelidikan. Ia menyebut jalur gas dan peralatan berbahan plastik di dalam ruangan turut menjadi perhatian dalam pemeriksaan.

Keterangan mengenai sistem keselamatan rumah sakit juga menjadi sorotan. Sejumlah keluarga korban mengaku kesulitan melakukan evakuasi dan mempertanyakan kondisi pintu serta jalur keluar darurat. Beberapa saksi menyebut akses keluar diduga terkunci atau terbatas.

Pihak PIMS memberikan keterangan berbeda. Manajemen rumah sakit menyatakan pintu darurat dalam kondisi terbuka dan dapat digunakan. Pihak rumah sakit juga menyebut petugas berhasil menyelamatkan satu bayi dari ruang nursery, empat bayi dari ruang di sebelahnya, tiga ibu, serta 73 pasien lain dari bangsal yang berdekatan.

Pemerintah Pakistan kemudian membentuk tim investigasi untuk mengusut penyebab kebakaran sekaligus mengevaluasi sistem keselamatan dan respons darurat rumah sakit. Perdana Menteri Shehbaz Sharif juga memerintahkan penyelidikan tingkat tinggi dan menangguhkan Sekretaris Kesehatan Federal Aslam Ghauri dari jabatannya.

Komite penyelidikan diminta memeriksa apakah fasilitas keselamatan kebakaran di rumah sakit berfungsi dengan baik serta menilai kecepatan dan efektivitas proses penyelamatan. Pemerintah menegaskan akan mengambil tindakan apabila ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran.

Tragedi tersebut memicu sorotan terhadap standar keselamatan kebakaran di fasilitas kesehatan Pakistan. Pemerintah dan keluarga korban kini menunggu hasil penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran serta pihak yang bertanggung jawab atas meninggalnya 14 bayi tersebut. (wg)

Komentar