Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Sender.co.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dijadwalkan diperiksa di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus Harun Masiku.
KPK akan memeriksa Hasto Kristiyanto dalam kapasitas sebagai saksi kasus dugaan suap penetapan calon anggota DPR RI terpilih 2019-2024 dengan tersangka Harun Masiku. KPK menjadwalkan pemanggilan terhadap Hasto pada 10 Juni 2024 mendatang.
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri berharap Hasto Kristiyanto bisa memenuhi panggilan tim penyidik KPK demi kelancaran proses penyidikan dan pencarian terhadap Harun Masiku.
"Kami berharap yang bersangkutan bisa hadir, sehingga bisa menjelaskan apa yang nanti akan dibutuhkan keterangannya oleh tim penyidik KPK," ujarnya.
Hasto dipanggil atas dugaan tindak pidana penghasutan dan atau menyebarkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memuat pemberitaan bohong yang menimbulkan kerusuhan di masyarakat, terkait Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 28 ayat (3) juncto Pasal 45A ayat (3) UU No.1/2024 tentang ITE. Pelapornya adalah Hendra dan Bayu Setiawan.
Tidak hanya itu, Hasto juga dijadwalkan dipanggil KPK pekan depan sebagai saksi untuk Harun Masiku yang sudah buron selama 4 tahun. Untuk diketahui bahwa Harun Masiku ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam perkara dugaan pemberian hadiah atau janji kepada penyelenggara negara terkait dengan penetapan calon anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024 di Komisi Pemulihan Umum (KPU) Republik Indonesia.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan dirinya siap memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi pada Senin (10/6). KPK memanggil Hasto untuk meminta keterangannya dalam kasus korupsi yang melibatkan buronan sekaligus Politikus PDIP Harun Masiku.
"Kalau dipanggil KPK juga datang, cukup didampingi penasihat hukum. Kan KPK yang dirikan Bu Mega (Presiden ke-5 RI). Nanti kalau saya enggak datang kualat, maka datang," kata Hasto di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Kamis (6/6).
Hasto menceritakan ihwal perjuangan Presiden ke-1 RI Soekarno dalam melawan penjajahan kala era kolonialisme dahulu. Oleh karena itu, ia tak akan takut dalam memenuhi pemanggilan dari aparat penegak hukum tersebut.
"Jadi kalau saya hanya diintimidasi begitu, masih kecil dibanding perjuangan Bung Karno dan Bu Mega. Gitu. Sendiri (memenuhi panggilan KPK), enggak ada masalah. Bung Karno juga sendiri," tegasnya.
Hasto menambahkan, saat dirinya dipanggil oleh Polda Metro Jaya, kemarin, banyak kader PDIP yang ingin mendampinginya. Namun, ia menginstruksikan kepada Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun untuk mengingatkan seluruh kader partai tak perlu melakukan pendampingan.
"Tetapi kemarin banyak mau temenin, Pak Komar mau kerahkan ribuan Satgas. Pada mau datang, tetapj saya bilang enggak usah, nanti malah enggak bagus. Kita seperti Bung Karno gitu, membuat naskahnya di toilet, pakai dus," tegasnya.
Disisi lain, Ketua DPP PDIP bidang penanggulangan bencana, Ribka Tjiptaning Proletariyati, prihatin sekjen partainya, Hasto Kristiyanto, diperiksa oleh Polda Metro Jaya.
“Persoalan soal Pak Sekjen, saya sedih dan sangat prihatin kalau seorang sekjen partai diperlakukan seperti itu,” kata Ribka kepada seluruh anggota sayap dan badan partai dalam acara peringatan 123 Tahun Bung Karno di Sekolah Partai PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Ribka bilang, harusnya sayap dan badan partai kemarin bergerak membela Hasto. Karena menurutnya, cerminan partai ada pada sekjennya. Sebagai bagian dari sayap badan partai hal itu otomatis bisa dilakukan.
“Cuman
kan kalau saya yang komando, awas provokator, bukan persoalan itu. Ini wajah
partai loh itu, sekjen itu wajah partai,” lanjut Ketua Komisi IX DPR RI itu. (dbs)
Komentar