(Polisi menggelar press rilis tersangka pengroyokan yang menyebabkan bos rental Pati Jateng tewas/detiknews)
Sender.co.id - Polres Metro Jakarta Timur masih mendalami kasus dugaan penggelapan kendaraan milik bos rental berinisial BH yang tewas dianiaya di Pati, Jawa Tengah. Penyidik menduga jika KTP yang dipakai terlapor untuk penyewaan kendaraan berisi data-data palsu.
"Tersangka (terlapor) dia menggunakan KTP alamat palsu semua. Intinya anggota kami masih bekerja mencari keberadaan terlapor," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan, Kamis (27/6).
Penyidik pun menduga sosok RP dan AG adalah orang berbeda. RP diketahui sebagai orang dalam identitas KTP yang digunakan menyewa kendaraan, sedangkan AG adalah pemegang terakhir kendaraan saat di Pati.
"Kalau dilihat dari foto KTP yang ada bukan," jelas Nicolas.
Sebelumnya, pemilik rental mobil berinisial BH, 52, tewas setelah dihajar massa lantaran dikira maling alias pencuri mobil. Potongan video dari kejadian tersebut kemudian tersebar di media sosial dan grup WhatsApp, hingga menjadi viral.
Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol M Alfan Armin mengatakan, kejadian itu bermula saat empat orang pemilik rental mobil, yakni BH, 52, warga Jakarta; SH, 38, warga Jakarta; KB, 50, warga Tegal; dan S, 30, warga Jakarta Timur pergi ke Pati.
Mereka ke Pati dengan maksud untuk mengambil mobil rental milik BH yang disewa seseorang. Mereka mendeteksi mobil rental itu berada di wilayah Sukolilo, Pati.
"Para korban berangkat dari Jakarta ke Pati karena diajak korban BH untuk mengambil rentalan. Menurut mereka, posisi GPS berada di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo," kata Alfan, Jumat (7/6).
Benar saja, sampai lokasi tersebut mereka menemukan mobil rental yeng tengah dicari. Mereka pun bermaksud membawa pulang mobil itu, dengan menggunakan kunci cadangan yang dibawa.
Namun, saat pemilik rental mobil itu tengah berusaha membawa mobilnya, ada warga yang melihat dan menduga mereka adalah komplotan pencuri. Warga pun langsung berteriak "maling" dengan menunjuk empat orang tersebut. Nahas, pemilik rental mobil itu malah dikeroyok hingga babak belur. (*)
Komentar