TNI Bakal Angkut 1.000 Pasien dari Gaza

Veridial
15 June 2024 12:06 WIB


Sender.co.id – Indonesia terus menunjukan kepeduliannya terhadap rakyat Palestina di Gaza. Kali ini TNI menyatakan kesiapan untuk membangun Rumah Sakit dan siap membawa 1.000 pasien dari Gaza.

Itu disampaikan Panglina TNI Jenderal Agus Subiyanto. Personel TNI akan diturunkan dari Batalyon Kostrad, satu brigade komposit. TNI juga siap mengirim KRI dr Wahidin Sudirohusodo dan KRI dr Radjiman Wedyodiningrat.

Keduanya adalah RS Terapung dengan kapasitas pasien sebanyak 160 orang. Fasilitasnya lengkap, seperti kamar operasi, laboratorium, dan CT scan. Kemudian, setiap kapal tersebut dilengkapi pula unit helikopter. Tujuannya, mengevakuasi pasien dari daratan langsung ke kapal.

"Kita juga siapkan tiga pesawat yang stand by," tuturnya. Masing-masing 1 unit pesawat Boeing dan 2 unit pesawat Hercules. Pesawat-pesawat itu bertugas untuk mengirim logistik dan personel dari Indonesia ke Gaza atau daerah sekitarnya. Kemudian pulang ke Indonesia, membawa pasien dari Gaza ke tanah air.

Agus menuturkan, mereka siap membawa seribu pasien dari Gaza untuk dirawat di Indonesia. Perawatan akan dipusatkan di RSPAD Gatot Soebroto dan RS dr Suyoto milik Kementerian Pertahanan. Dua RS itu berada di Jakarta.

Ketika berada di Singapura beberapa waktu lalu, lanjut Agus, petinggi militer Singapura dan Australia sudah menyatakan siap menjalankan misi perdamaian bersama dengan Indonesia di Gaza.

’’Personel penjaga perdamaian ke Gaza siap dikirim jika sudah ada resolusi damai dan ada mandat dari PBB,’’ katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memiliki usul untuk mengerahkan pondok-pondok pesantren di Jawa Timur sebagai wadah mendidik anak-anak dari Gaza. Tak main-main, Jawa Timur siap menerima hingga 1.000 orang.

Khofifah menyatakan, pesantren-pesantren di Jawa Timur siap menerima dan mendidik anak-anak Gaza. Dia memperkirakan, adaptasi tidak sulit dilakukan karena penggunaan bahasa Arab yang biasa digunakan di lingkungan ponpes. 

”Insya Allah semua berbasis pesantren, apalagi mereka berbahasa Arab, jadi komunikasi tidak ada masalah. Apa yang bisa kami lakukan, insya Allah kita akan bangun semaksimal mungkin,” kata Khofifah. 

Presiden terpilih Indonesia, Prabowo mengatakan, akan menyampaikan gagasan tersebut kepada Presiden Joko Widodo. Sehingga dibahas untuk realisasinya.

”Beliau (Khofifah) juga memiliki gagasan untuk menawarkan bahwa Jatim siap menerima 1.000 anak-anak Palestina dan mungkin juga beberapa ibu-ibu yang trauma untuk sementara dididik di pesantren-pesantren Jatim,” kata Prabowo.

Prabowo merinci kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan perdamaian, hingga mengevakuasi warga terdampak konflik di Gaza, Palestina. 

“Indonesia uga tegas mendukung kemerdekaan rakyat Palestina,” ujar Prabowo.  (*)

 

 

Tag

Komentar