Ilustrasi
Sender.co.id - Indonesia
menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang bisa mencicipi fitur ini.
Sebelumnya, YouTube Shopping hadir di Amerika Serikat dan Korea Selatan.
"Kami sangat bersemangat meluncurkan YouTube Shopping di Asia Tenggara dan
Indonesia menjadi pasar pertama yang kami luncurkan," kata Ajay
Vidyasagar, Direktur Regional APAC YouTube dalam acara peluncuran YouTube
Shopping di kantor Google Indonesia di Jakarta.
Program
YouTube Shopping memungkinkan kreator YouTube atau brand, menyematkan produk
rekomendasi yang mereka jual dalam video yang diunggah di saluran YouTube-nya.
Namun, transaksi yang dilakukan tidak di dalam aplikasi YouTube. Pihak YouTube
menggandeng marketplace Shopee sebagai mitra perdana. Nantinya penonton yang
tertarik dan ingin membeli barang yang dipajang kreator, akan dialihkan ke
Shopee untuk proses jual beli.
Produk
rekomendasi kreator bisa disematkan di berbagai format video YouTube, termasuk
video dengan orientasi landscape, vertikal di Shorts, hingga live stream alias
siaran langsung. Tampilan produk rekomendasi kreator di YouTube langsung
menampilkan gambar preview produk terkait dalam bingkai hitam persegi panjang.
Ketika bingkai itu diklik, tampilannya akan langsung diarahkan ke halaman produk.
Dengan
begitu, pengguna bisa melihat rincian produk, meliputi harga, deskripsi,
variasi dan lainnya, hingga memproses transaksi. Jadi, transaksi pembelanjaan
diproses di luar YouTube. Dalam bingkai yang sama, tersedia pula tanda panah
yang bila diklik, akan menampilkan daftar produk yang disematkan. Contohnya
bisa dilihat pada gambar di bawah ini.
Bila
audiens melakukan transaksi belanja dari video di YouTube, maka kreator terkait
akan mendapatkan komisi. Pada tahap awal, persentase komisi yang didapatkan
kreator adalah 100 persen tanpa potongan. Namun, pihak YouTube tidak
menjelaskan bagaimana hitungan rinci komisi untuk kreator ini.
Travis
Katz General Manager dan Vice President Shopping YouTube yang ikut serta dalam
konferensi pers secara virtual menjelaskan, program afiliasi ini menambah deret
program monetisasi yang bisa dimanfaatkan oleh kreator YouTube.
"YouTube
Shopping adalah bentuk monetisasi baru bagi kreator, di mana mereka bisa
memperoleh komisi atas produk yang dijual. Ini adalah fitur yang sangat
dinantikan kreator di Indonesia," ujar Travis. Sebelumnya YouTube juga
sudah menyediakan program monetisasi lainnya seperti dari iklan, YouTube
Premium, Channel Memberships, Super Thanks, Super Chat, hingga Super Stickers
di Indonesia. (AL)
Komentar