Bumi memiliki lima samudra, tujuh benua, dan bentuk daratan
yang dapat dikenali. Namun, planet yang kita huni ini tidak akan selalu
terlihat seperti sekarang. (Photo : Istimewa)
Sender.co.id – Berkat geologi, bola
dunia, peta, dan berbagai pengetahuan di buku, kita cukup familiar seperti apa
rupa Bumi sekarang. Planet yang kita huni ini memiliki lima samudra, tujuh
benua, dan bentuk daratan yang dapat dikenali.
Namun, Bumi tidak selalu terlihat seperti ini. Kemunculan perlahan samudra
keenam membuktikan bahwa samudra tersebut tidak akan tetap seperti ini. Proses
ini mungkin memakan waktu jutaan tahun, namun tidak ada yang dapat
menghentikannya.
Dilansir dari Detikcom, Para ilmuwan telah mengonfirmasi bahwa perairan baru
itu muncul di tengah benua Afrika, yang mulai terbelah dua. Negara-negara
seperti Uganda dan Zambia saat ini terkurung daratan, namun di masa mendatang
mereka berpotensi memiliki garis pantai sendiri.
Perubahan ini terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik, lempengan batu padat
raksasa yang membentuk kerak Bumi dan mantel atas, yang juga dikenal sebagai
litosfer. Lempeng tektonik terus bergerak, meskipun pergerakannya tidak
terlihat oleh mata telanjang.
Lempeng tektonik Afrika, Arab, dan Somalia saling berbatasan, tetapi selama 30
juta tahun terakhir, baik lempeng Arab maupun lempeng Somalia perlahan-lahan
menjauh dari lempeng Afrika, sehingga mengakibatkan apa yang dikenal sebagai
Rift Afrika Timur.
"Ini adalah satu-satunya tempat di Bumi, tempat Anda dapat mempelajari
bagaimana retakan benua berubah menjadi retakan samudra," kata Christopher
Moore, seorang mahasiswa doktoral di University of Leeds di Inggris, dikutip
dari Unilad.
Mengingat diperlukan waktu 30 juta tahun agar retakan nyata terbuka, cukup aman
untuk mengatakan bahwa penduduk Uganda atau Zambia belum akan memiliki garis
pantai mereka sendiri dalam waktu dekat.
Namun perubahan ini tidak akan berhenti. Hal tersebut ditunjukkan oleh Ken Macdonald,
seorang ahli geofisika kelautan dan profesor di University of California.
"Dengan pengukuran GPS, Anda dapat mengukur laju pergerakan hingga
beberapa milimeter per tahun. Seiring dengan semakin banyaknya pengukuran dari
GPS, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang apa yang sedang
terjadi," ujarnya.
Melihat ke masa depan, Macdonald juga mampu memperkirakan seperti apa wujud
dunia ketika jutaan tahun berlalu, dan lautan akhirnya terbuka.
"Teluk Aden dan Laut Merah akan membanjiri wilayah Afar dan Lembah Rift
Afrika Timur lalu menjadi samudra baru, dan bagian Afrika Timur itu akan
menjadi benua kecil yang terpisah," ungkapnya. (LF)
Komentar