Kenapa Kandungan Protein Dalam Daging Lebih Besar Daripada Sayuran?

Lucky Ferdianto
26 October 2024 17:46 WIB

Sender.co.id - Daging telah lama diketahui memiliki lebih banyak protein daripada sayuran. Kandungan protein dari pengganti daging yang semakin populer di kalangan vegan dan vegetarian masih belum sebanding dengan daging asli.

Secara umum, produk hewani memiliki kadar protein yang lebih tinggi daripada produk nabati, menurut perhitungan Protein Digestibility Corrected Amino Acid Score (PDCAAS). Jadi, mengapa protein lebih banyak di daging daripada sayuran?

Lihat penjelasannya di bawah ini.

Alasan Utama Perbedaan Kandungan Protein

Hewan dan tumbuhan memiliki komposisi seluler yang berbeda, menurut Christi Calhoun, seorang petugas sumber daya dan komunikasi ilmiah dari American Meat Science Association.

Hewan biasanya menyimpan lebih banyak protein dalam jaringannya karena tubuh mereka dibuat untuk melakukan berbagai fungsi seperti metabolisme energi, gerakan otot, dan perbaikan sel. Protein juga merupakan sebagian besar molekul penting dalam tubuh hewan, seperti enzim dan hormon.

Namun, menurut Calhoun, "Jaringan mereka secara alami mengandung lebih sedikit protein", karena tumbuhan cenderung menyimpan lebih banyak karbohidrat untuk mendukung struktur sel dan menyimpan energi.

Meskipun karbohidrat penting bagi tumbuhan dan hewan, karena struktur molekulnya yang berbeda, karbohidrat tidak dapat melakukan tugas seluler tertentu yang dilakukan protein.

Asam Amino Esensial

Kinga Balogh, seorang ahli diet dari JM Nutrition di Kanada, menggambarkan protein sebagai "kalung manik-manik" yang terdiri dari berbagai asam amino. Setidaknya ada 20 jenis asam amino yang masing-masing melakukan tugas yang berbeda, seperti mengangkut nutrisi, memperbaiki jaringan, dan menjalankan fungsi otak.

Namun, sembilan asam amino ini—dikenal sebagai "asam amino esensial"—hanya dapat diperoleh dari makanan, karena tubuh tidak dapat membuatnya secara alami. Hanya daging hewan yang memiliki semua asam amino ini, sementara produk nabati seringkali kekurangan satu atau lebih dari asam amino tersebut.

Selain itu, tubuh memproses protein hewani dengan cara yang berbeda dari protein nabati. Ini karena protein hewani tidak memiliki serat yang biasanya ditemukan dalam produk nabati.

Balogh menyarankan untuk menggunakan pendekatan gizi yang tepat untuk mengukur kebutuhan protein seseorang, meskipun fakta bahwa daging biasanya mengandung lebih banyak protein daripada produk nabati.

Balogh mengatakan kepada Live Science, "Protein berfungsi paling efektif dalam tubuh manusia ketika kita juga mengonsumsi energi, karbohidrat, dan lemak dalam jumlah yang cukup”. (LF)

Komentar