11 Orang Myanmar Tewas Akibat Serangan Udara oleh Junta Militer

Divya Naila
07 September 2024 10:55 WIB

Sender.co.id - Setidaknya 11 orang tewas di negara bagian Shan utara Myanmar setelah serangan udara yang dilakukan oleh junta militer menghantam dua lokasi di Namhkam. Menurut Lway Yay Oo, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang, sebelas orang juga mengalami luka-luka dalam serangan tersebut.

"Laporan mengatakan bahwa dua wilayah di Namhkam terkena bom," ujar Lway Yay Oo seperti yang dikutip oleh The Straits Times.

Serangan tersebut terjadi pada Jumat (6/9) dini hari sekitar pukul 01.00 waktu setempat, dan juga merusak kantor partai politik lokal. Kelompok bersenjata etnis minoritas itu melaporkan bahwa korban tewas terdiri dari lima pria, empat wanita, dan dua anak-anak.

Namhkam terletak sekitar 5 kilometer dari perbatasan China di Provinsi Yunnan. Sejak 2023, wilayah ini berada di bawah kendali TNLA setelah pertempuran yang berlangsung selama beberapa minggu melawan junta militer, yang kemudian kehilangan kendali atas wilayah dan jalur perdagangan perbatasan penting.

Awal pekan ini, kepala junta Min Aung Hlaing telah memperingatkan warga sipil di daerah TNLA untuk bersiap menghadapi kemungkinan serangan balasan dari junta. Junta juga mengumumkan bahwa TNLA kini terdaftar sebagai organisasi teroris, sehingga mereka yang diketahui mendukung atau berhubungan dengan TNLA serta dua kelompok bersenjata etnis minoritas lainnya, Tentara Arakan dan Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar, dapat menghadapi hukuman.

Sejak kudeta militer pada 2021 yang menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi, situasi di Myanmar telah memburuk. Militer telah menindak tegas pemberontakan bersenjata, menyebabkan lebih dari 2,7 juta warga Myanmar mengungsi, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa. (DY)

Komentar