Rudal Milik Hizbullah.
Sender.co.id - Para analis memperingatkan potensi dampak serius yang dapat dihadapi Israel jika terjadi perang skala penuh dengan Hizbullah dari Lebanon. Mereka menyebutkan bahwa kelompok yang didukung Iran ini memiliki sekitar 200.000 rudal, yang bisa membanjiri sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel dan menyebabkan kehancuran di beberapa kota utama negara tersebut.
Menurut laporan dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) pada bulan Maret, jumlah rudal tersebut dapat menyebabkan eskalasi konflik menjadi sangat cepat.
Jika Hizbullah mengambil langkah ini, negara-negara pendukung Israel, termasuk Amerika Serikat, kemungkinan besar akan terlibat dalam perang, yang dapat memperluas konflik ke seluruh wilayah Timur Tengah.
Analis memperkirakan bahwa intervensi sekutu Israel juga dapat berujung pada kekalahan Hizbullah.
Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang Gaza, ketegangan antara Hizbullah dan Israel terus meningkat, dengan Hizbullah melancarkan serangan rudal lintas batas sebagai bentuk dukungan untuk Hamas, yang memaksa ribuan warga Israel mengungsi. Sebagai balasannya, Israel telah melancarkan serangan ke Lebanon selatan.
Sekutu Israel, seperti Amerika Serikat, berupaya keras untuk mencegah konflik semakin meluas, namun pasukan AS tetap mengirim bala bantuan ke Timur Tengah sebagai pencegahan terhadap Iran dan sekutunya.
Sementara itu, Israel meningkatkan serangan terhadap Hizbullah, termasuk membunuh beberapa pemimpin penting kelompok tersebut di Beirut, yang menyebabkan lebih dari 550 korban jiwa di Lebanon menurut otoritas setempat.
Analis percaya bahwa Israel menyadari bahwa eskalasi lebih lanjut dari Hizbullah dapat menyebabkan kehancuran besar, tetapi respons besar dari Hizbullah bisa memicu perang regional.
Sejak perang tahun 2006, Hizbullah telah memperkuat persenjataannya dengan bantuan Iran, termasuk senjata berpemandu presisi dan sistem pertahanan udara. Namun, jika digunakan dalam konflik, rudal ini bisa menimbulkan kerusakan besar pada warga sipil dan infrastruktur Israel.
Beberapa pejabat AS memperingatkan bahwa Iron Dome, meskipun canggih, bisa kewalahan jika dihadapkan pada serangan rudal dalam jumlah besar, terutama di bagian utara Israel. Dalam skenario ini, Amerika Serikat kemungkinan besar akan terlibat, melindungi Israel dan menyerang kembali jika ada korban dari pihak Amerika akibat serangan Hizbullah.
Iran, yang khawatir akan hilangnya pengaruh di wilayah ini, juga mungkin akan terlibat lebih jauh dalam konflik dengan mengerahkan milisi-milisi proksi di Timur Tengah untuk menyerang kepentingan dan sekutu AS di kawasan tersebut.
Skenario ini adalah hal yang diawasi dengan ketat oleh Hizbullah dan Iran, karena mereka menyadari risiko kehancuran yang ditimbulkan jika perang meluas. Meski para analis berharap Hizbullah mengambil langkah mundur untuk menghindari konflik lebih besar, tidak ada indikasi kelompok tersebut akan melunak, dengan serangan rudal yang diluncurkan ke Tel Aviv pada Rabu pagi sebagai tanda ancaman yang lebih besar.
Para ahli juga mengkhawatirkan bahwa perang ini dapat meningkat dengan cara yang tak terduga, terutama jika Israel memutuskan untuk melancarkan serangan darat di Lebanon selatan, yang bisa menjadi pemicu bagi Hizbullah untuk menggunakan persenjataannya secara penuh. (DY)
Komentar