Apakah Pencucian Beras Dapat Mengurangi Nilai dan Kandungan Nutrisi?

Divya Naila
20 September 2024 11:55 WIB

Sender.co.id - Mencuci beras sebelum memasak merupakan praktik umum yang dilakukan banyak orang untuk memastikan kebersihan dan menghilangkan kotoran serta debu yang mungkin menempel pada butiran beras. Banyak orang percaya bahwa mencuci beras hingga airnya jernih adalah cara terbaik untuk membuang kotoran.

Namun, kebiasaan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kandungan nutrisi beras. Apakah mencuci beras dapat mengurangi nutrisi penting yang terkandung di dalamnya?

Ahli gizi, Taylor Janulewicz, menjelaskan bahwa meskipun mencuci beras dapat menghilangkan pati permukaan dan kotoran, proses ini juga dapat mengurangi sedikit serat bermanfaat, seperti pati resistan. "Membilas atau merendam beras secara berulang dalam waktu lama sebelum dimasak dapat menghilangkan sebagian nutrisinya," ujar Janulewicz, seperti dikutip dari Health pada 19 September.

Proses mencuci beras juga dapat menurunkan nutrisi penting lainnya, seperti zat besi dan vitamin B yang larut dalam air, termasuk folat, niasin, dan tiamin. Bahkan, metode memasak nasi dengan air berlebih—yang sering digunakan untuk mengurangi arsenik—dapat mengurangi kadar nutrisi ini hingga 50–70%.

Meskipun demikian, manfaat mencuci beras tidak bisa diabaikan. Proses ini dapat membantu menghilangkan kotoran, sisa pestisida, dan potensi kontaminasi. Selain itu, mencuci beras juga dapat mengurangi beberapa mikroplastik dari kemasan makanan. Sebuah studi tahun 2021 dalam Journal of Hazardous Materials menemukan bahwa mencuci beras sebelum memasak dapat mengurangi kontaminasi plastik hingga 20–40%. Ada juga bukti terbatas bahwa mencuci beras yang dijual di pasaran dapat menurunkan konsentrasi arsenik.

Arsenik, yang ditemukan secara alami di tanah dan air, dianggap beracun. Tinjauan tahun 2023 mencatat bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) melaporkan rata-rata konsentrasi arsenik anorganik sekitar 92 bagian per miliar (ppb) untuk beras putih dan 154 ppb untuk beras merah. Selain itu, perubahan iklim dapat memperburuk masalah ini, di mana suhu yang lebih tinggi dapat menyebabkan konsentrasi arsenik yang lebih tinggi dalam beras. Namun, penelitian menunjukkan bahwa membilas beras dapat menjadi solusi untuk mengurangi toksisitas beras putih. Untuk menghilangkan arsenik dari beras, Anda bisa mencoba merebusnya terlebih dahulu dengan menambahkan beras ke dalam air mendidih selama lima menit, lalu membuang airnya dan memasak beras seperti biasa.

“Menurut FDA, memasak beras dengan perbandingan 6 hingga 10 bagian air untuk 1 bagian beras dan membuang airnya setelah dimasak dapat mengurangi arsenik anorganik hingga 40–60%,” jelas Janulewicz.

Kaitlin Sass, ilmuwan pangan dan manajer penelitian di Lundberg Family Farms, menambahkan bahwa mencuci beras dengan cara yang tepat juga dapat meningkatkan tekstur saat dimasak. "Membilas beras sebelum memasak membantu menghilangkan pati permukaan, yang membuat nasi lebih pulen dan tidak lengket," kata Sass. (DY)

Komentar