Kontras di Majalengka, Sekolah Rusak Berdampingan dengan Dapur MBG

Divson
20 April 2026 09:28 WIB

Sender.co.id - Potret kontras antara fasilitas pendidikan dan program pendukung siswa menjadi sorotan di SDN II Gandawesi, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka. Bangunan sekolah yang mengalami kerusakan terlihat berdampingan langsung dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tampak baru dan layak, Selasa (15/4/2026).

Kondisi tersebut viral di media sosial karena perbedaan mencolok antara ruang belajar siswa dan fasilitas dapur yang digunakan untuk menunjang program pemenuhan gizi. Sejumlah ruang kelas di sekolah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan.

Kepala SDN II Gandawesi, Nina Sophia, mengakui bahwa kondisi bangunan sekolah memang sudah lama mengalami kerusakan. Ia menyebut, keberadaan dapur MBG yang baru dibangun membuat kondisi sekolah terlihat semakin kontras.

“Karena berdampingan dengan bangunan yang baru dan bagus, jadi terlihat kontras,” ujar Nina Sophia.

Dapur MBG sendiri merupakan bagian dari program pemerintah untuk menyediakan makanan bergizi bagi siswa. Fasilitas tersebut dibangun untuk menunjang pelaksanaan program makan gratis yang tengah dijalankan di berbagai daerah.

Sementara itu, Dinas Pendidikan setempat menyatakan telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi setelah video kondisi sekolah tersebut viral. Pihaknya memastikan bahwa sekolah tersebut telah masuk dalam daftar prioritas perbaikan pada tahun 2026.

“Kami sudah turun langsung ke lokasi dan sekolah ini masuk dalam prioritas perbaikan tahun ini,” ujar perwakilan Dinas Pendidikan Majalengka.

Pemerintah daerah juga disebut akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk percepatan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, khususnya di wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah.

Peristiwa ini kembali memunculkan perhatian publik terhadap pentingnya pemerataan pembangunan fasilitas pendidikan. Selain pemenuhan gizi siswa, kondisi ruang belajar yang layak dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung proses pendidikan yang optimal.

Hingga saat ini, pihak terkait masih menyiapkan langkah teknis untuk proses renovasi sekolah, sementara kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan penyesuaian di ruang yang tersedia. (wg/dv)

Komentar