AS Terus Mengawasi Rencana Iran Menyerang Israel

Redaksi Sender
17 August 2024 13:27 WIB

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Lloyd Austin, dan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, pada Jumat (16/8/2024) mendiskusikan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

“Austin dan Gallant bertukar pandangan mengenai ketidakstabilan regional dan meningkatnya risiko eskalasi dari Iran, kelompok Lebanon, Hizbullah, dan kelompok-kelompok lain di seluruh Timur Tengah,” ujar juru bicara Mayjen Pat Ryder.

“Austin memberitahu Gallant bahwa AS terus memantau rencana serangan dari Iran dan proksi-proksinya, serta berada dalam posisi yang baik di seluruh wilayah untuk membela Israel dan melindungi personel serta fasilitas AS," kata Ryder.

Kedua menteri pertahanan juga membahas upaya menuju pengamanan gencatan senjata dan pembebasan semua sandera, termasuk delapan warga Amerika, yang saat ini ditawan Hamas di Jalur Gaza.

Pentagon mengumumkan awal bulan ini bahwa AS akan mengerahkan aset militer tambahan ke Timur Tengah sebagai persiapan untuk kemungkinan pembalasan Iran terhadap Israel.

Austin memerintahkan Kelompok Serang Kapal Induk “USS Abraham Lincoln,” yang dilengkapi dengan jet tempur F-35C, untuk mempercepat transit ke wilayah tanggung jawab Komando Pusat.

Langkah ini menambah kekuatan yang sudah ada, termasuk Kelompok Serang Kapal Induk “USS Theodore Roosevelt”. Selain itu, Austin memerintahkan kapal selam berpeluru kendali “USS Georgia” untuk bergerak ke wilayah Komando Pusat. “Saat ini ada sekitar 40.000 personel AS di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS,” ujar juru bicara Pentagon, Tom Crosson.

“Biasanya, terdapat sekitar 34.000 personel di wilayah tersebut,” jelas Crosson. Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah pembunuhan kepala politik Hamas, Dr. Ismail Haniyeh, pada 31 Juli di ibu kota Iran, Teheran, serta pembunuhan Komandan senior Hizbullah, Fuad Shukr, oleh Israel dalam serangan udara di pinggiran selatan Beirut pada 30 Juli.

Hamas dan Iran menuduh Israel bertanggung jawab atas kematian Haniyeh, sementara Tel Aviv belum memberikan konfirmasi. Iran bersumpah akan memberikan "hukuman keras" kepada Israel atas pembunuhan Haniyeh di tanah Iran.

Eskalasi ini terjadi di tengah serangan Israel yang sedang berlangsung terhadap Jalur Gaza, yang telah menyebabkan lebih dari 40.000 warga Palestina tewas. (DY)


Tag

Komentar