(Pemilik X Elon Musk/NPR)
Sender.co.id - Serangan peluru yang menimpa Donald Trump menjadi momen yang dimanfaatkan CEO Tesla, Elon Musk untuk menyuarakan dukungan.
Setelah menyatakan dukungan, Elon Musk dilaporkan bersedia memberikan 45 juta dolar AS atau Rp729 miliar perbulan untuk tim kampanye Donald Trump, America PAC.
Dalam
unggahan di platform X pada Sabtu (13/7), Musk mengatakan bahwa dia mendukung
Trump sepenuhnya dan berharap dia lekas pulih setelah terkena tembakan pada
kampanye di Pennsylvania.
“Saya sepenuhnya mendukung Presiden Trump dan berharap pemulihannya cepat,”
cuit Musk.
Dia juga mengunggah foto Trump yang tampak berlumuran darah di sisi wajahnya
sambil mengangkat tangan kanannya ke arah kerumunan.
Musk membandingkan Trump dengan Theodore Roosevelt, yang selamat dari upaya
pembunuhan saat berkampanye sebagai presiden pada tahun 1912.
Meskipun Musk belum secara resmi menyampaikan dukungan terbuka untuk Trump,
tetapi dia pernah menentang kemenangan Presiden Joe Biden untuk kedua kalinya.
Dia menyatakan dalam sebuah postingan pada bulan Maret bahwa dia tidak akan
menyumbangkan uang kepada salah satu calon presiden.
Bloomberg melaporkan bahwa Musk telah menyumbangkan uang dalam jumlah yang
cukup besar tetapi tidak diungkapkan kepada super PAC pro-Trump yang disebut
America PAC.
"Musk telah mengindikasikan bahwa ia berencana memulai donasinya pada
bulan Juli ke PAC, untuk mendukung pencalonan Trump," ungkap laporan dari
Waal Street Journal, Selasa (16/7/2024).
Kendati demikian, nama Musk masih belum terdaftar dalam daftar donor America
PAC. Sejauh ini mereka telah mengumpulkan dana kampanye hingga 8 juta dolar AS
atau Rp 129 miliar.
Lonsdale Enterprises telah menyumbang 1 juta dolar AS dan Cameron serta Tyler
Winklevoss masing-masing menyumbangkan 250.000 dolar AS.
Musk secara terbuka mendukung Trump untuk pertama kalinya dalam pemilihan
presiden AS, beberapa jam setelah mantan presiden itu ditembak di telinga saat
kampanye.
Langkah ini memperkuat peralihan Musk ke arah politik sayap kanan dan memberikan Trump pendukung penting dalam upayanya untuk kembali ke Gedung Putih pada pemilu 5 November. (*)
Komentar