Gunung Lewotobi Laki-Laki Alami Peningkatan Aktivitas Vulkanik, Zona Bahaya Diperluas

Diana Margarini
09 November 2024 10:21 WIB

Sender.co.id - Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur mengalami peningkatan aktivitas vulkanik. Radius zona bahaya erupsi diperluas menjadi 9 kilometer di area sektor barat daya-barat laut dan 7 kilometer dari puncak kawah.

Perluasan tersebut diterbitkan oleh Badan Geologi Kementerian ESDM, pada Sabtu (9/11/2024) pagi. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad mengatakan keputusan itu dikeluarkan setelah terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan pada periode 7-9 November 2024.

Radius zona bahaya bertujuan untuk memberikan peringatan bahwa tidak ada yang boleh beraktivitas di dalam zona dengan radius yang ditentukan kecuali petugas gabungan. Hal tersebut harus dilakukan karena akan berisiko tinggi terdampak langsung erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Pengamatan visual yang dilakukan petugas pos pengamatan gunung api Badan Geologi di Flores Timur mendapati asap kawah utama berwarna putih hingga cokelat tebal dengan ketinggian mencapai 8 kilometer dari puncak.

Sejak 7 November, erupsi besar terjadi beberapa kali dengan ketinggian kolom abu mencapai 9 kilometer dari puncak atau 10 kilometer dari atas laut dan awan panas yang meluncur sejauh 2-3 kilometer meter ke arah barat laut.

Petugas pos pemantau gunung api Badan Geologi menjelaskan secara rinci selama periode 7-8 November 2024, terekam 20 kali gempa letusan/erupsi, 19 kali gempa embusan, 23 kali tremor harmonik, tiga kali gempa vulkanik dangkal (VB), 11 kali gempa vulkanik dalam (VA), dan tremor menerus dengan amplitudo berkisar 1,4-17,7 mm.

"Terekam gempa yang berasosiasi dengan aktivitas tektonik, yaitu empat kali gempa tektonik lokal," ujar petugas pos pemantau Gunung Kewotobi Laki-Laki.

Hingga 9 November 2024 pukul 06.00 Wita, terekam satu kali gempa letusan atau erupsi, satu kali gempa embusan, satu kali gempa tektonik jauh, dan tremor menerus dengan amplitudo berkisar 1,4-7,4 mm

Meski aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki meningkat dan radius zona bahaya diperluas, analisis vulkanologi menyatakan kondisi tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. (DA)

Komentar