Imam Besar Istiqlal dan DMI Ajak Umat Islam Shalat Ghaib untuk Ismail Haniyeh

Veridial
02 August 2024 11:34 WIB

Sender.co.id - Petinggi Hamas Ismail Haniyeh, tewas terbunuh saat berada di Teheran, Iran. Kabar duka ini segera mengundang reaksi dari berbagai pihak, termasuk dari Indonesia.

Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Nasaruddin Umar, menyampaikan ucapan belasungkawanya atas kejadian tersebut. Masyarakat pun diajak menggelar salat ghaib usai pelaksanaan salat Jumat.

"Saya selaku Imam Besar Masjid Istiqlal dan Kedutaan Besar Palestina mengundang segenap kaum muslimin dan muslimat serta para tokoh bangsa untuk turut menunaikan sholat ghaib, di Lantai Utama Masjid Istiqlal," kata Nasaruddin dalam keterangan tertulis, Jumat (2/8).

Imbauan ini juga ditujukan kepada seluruh masjid di Indonesia agar melaksanakan salat ghaib untuk Ismail Haniyeh dan pejuang Palestina lainnya.

ewan Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyerukan agar Umat Muslim di seluruh Indonesia melakukan salat gaib untuk pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh yang tewas di Teheran. DMI mengeluarkan surat edaran khusus untuk ajakan tersebut.

 

Surat DMI bernomor 043.A/III/SE/PP-DMI/VIII/2024 yang ditandatangani oleh Ketua Umum DMI Jusuf Kalla dan Sekjen DMI Rahmat Hidayat tertanggal 1 Agustus 2024 menyarankan salat gaib dilakukan dalam ibadah salat Jumat.

"Salat gaib berjamaah untuk asy-syahid Ismail Haniyeh dan para syuhada Palestina yang dilaksanakan di dalam rangkaian pelaksanaan ibadah salat Jumat," bunyi imbauan tersebut yang dilihat redaksi pada Jumat (2/8).

DMI juga meminta umat Islam mendoakan para pejuang kemerdekaan Palestina dan diakhirinya perang di Jalur Gaza.

"Mendoakan agar segera tercapai gencatan senjata permanen di Gaza, Palestina, sehingga tercipta kedamaian dan perdamaian. Demikian seruan dan imbauan ini disampaikan untuk dilaksanakan bersama-sama," tambahnya.

Haniyeh yang menjabat sebagai Ketua Biro Politik Hamas di Qatar dinyatakan tewas di tempat penginapannya di Teheran pada Rabu (31/7),

Menurut pernyataan Hamas dan Iran, Haniyeh saat itu berada di Teheran untuk menghadiri pelantikan presiden terpilih Masoud Pezeshkian.

Baik Hamas maupun Iran menuduh Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kematian Haniyeh. Hingga kini Israel belum memberikan komentar apapun tentang tuduhan tersebut.

 

Namun baru-baru ini terungkap bahwa penyebab kematian Haniyeh bukan serangan udara, melainkan bom tanam yang telah disembunyikan di penginapan Haniyeh selama dua bulan. (*)

 

Komentar