(Suasana Masjid Istiqlal Jakarta/istimewa)
Sender.co.id - Petinggi Hamas Ismail Haniyeh, tewas terbunuh saat berada di Teheran, Iran. Kabar duka ini segera mengundang reaksi dari berbagai pihak, termasuk dari Indonesia.
Imam
Besar Masjid Istiqlal, Prof. Nasaruddin Umar, menyampaikan ucapan
belasungkawanya atas kejadian tersebut. Masyarakat pun diajak menggelar salat
ghaib usai pelaksanaan salat Jumat.
"Saya selaku Imam Besar Masjid Istiqlal dan Kedutaan Besar Palestina
mengundang segenap kaum muslimin dan muslimat serta para tokoh bangsa untuk
turut menunaikan sholat ghaib, di Lantai Utama Masjid Istiqlal," kata
Nasaruddin dalam keterangan tertulis, Jumat (2/8).
Imbauan ini juga ditujukan kepada seluruh masjid di Indonesia agar melaksanakan
salat ghaib untuk Ismail Haniyeh dan pejuang Palestina lainnya.
ewan Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyerukan agar Umat Muslim di seluruh Indonesia melakukan salat gaib untuk pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh yang tewas di Teheran. DMI mengeluarkan surat edaran khusus untuk ajakan tersebut.
Surat DMI
bernomor 043.A/III/SE/PP-DMI/VIII/2024 yang ditandatangani oleh Ketua Umum DMI
Jusuf Kalla dan Sekjen DMI Rahmat Hidayat tertanggal 1 Agustus 2024 menyarankan
salat gaib dilakukan dalam ibadah salat Jumat.
"Salat gaib berjamaah untuk asy-syahid Ismail Haniyeh dan para syuhada
Palestina yang dilaksanakan di dalam rangkaian pelaksanaan ibadah salat
Jumat," bunyi imbauan tersebut yang dilihat redaksi pada Jumat (2/8).
DMI juga meminta umat Islam mendoakan para pejuang kemerdekaan Palestina dan
diakhirinya perang di Jalur Gaza.
"Mendoakan agar segera tercapai gencatan senjata permanen di Gaza,
Palestina, sehingga tercipta kedamaian dan perdamaian. Demikian seruan dan
imbauan ini disampaikan untuk dilaksanakan bersama-sama," tambahnya.
Haniyeh yang menjabat sebagai Ketua Biro Politik Hamas di Qatar dinyatakan
tewas di tempat penginapannya di Teheran pada Rabu (31/7),
Menurut pernyataan Hamas dan Iran, Haniyeh saat itu berada di Teheran untuk
menghadiri pelantikan presiden terpilih Masoud Pezeshkian.
Baik Hamas maupun Iran menuduh Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas
kematian Haniyeh. Hingga kini Israel belum memberikan komentar apapun tentang
tuduhan tersebut.
Namun baru-baru ini terungkap bahwa penyebab kematian Haniyeh bukan serangan udara, melainkan bom tanam yang telah disembunyikan di penginapan Haniyeh selama dua bulan. (*)
Komentar