Israel Borong 25 Jet Tempur F-15 dari Amerika Serikat

Tazkiya Fuadah
08 November 2024 15:58 WIB

Sender.co.id - Di tengah perang brutalnya di Jalur Gaza Palestina, Israel telah menandatangani kesepakatan pembelian 25 jet tempur F-15 generasi terbaru Amerika Serikat (AS).

 

Pembelian puluhan jet tempur tersebut dibiayai oleh bantuan militer AS.

Kementerian Pertahanan Israel mengatakan pada Kamis bahwa kesepakatan senilai USD5,2 miliar telah diteken dengan Boeing sebagai produsen pesawat tersebut.

 

Menurut kementerian tersebut, pengiriman pesawat F-15 akan dimulai pada tahun 2031 dalam kelompok empat hingga enam jet tempur per tahun. "Jet tempur F-15IA akan dilengkapi dengan sistem persenjataan mutakhir, termasuk integrasi teknologi mutakhir Israel," kata kementerian tersebut, sebagaimana dilansir The New Arab, Jumat (8/11/2024).

 

"Pesawat yang dimodernisasi akan memiliki jangkauan yang lebih jauh, kapasitas muatan yang lebih besar, dan kinerja yang lebih baik dalam berbagai skenario operasional," lanjut Kementerian Pertahanan Israel.

 

Israel telah mengamankan perjanjian pembelian senjata senilai hampir USD40 miliar, sejak dimulainya perang brutal di Gaza, kata Eyal Zamir seorang direktur jenderal di Kementerian Pertahanan Israel.

 

"Sementara berfokus pada kebutuhan mendesak untuk persenjataan dan amunisi canggih pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, kami secara bersamaan berinvestasi dalam kemampuan strategis jangka panjang," ungkapnya.

 

"Skuadron F-15 ini, bersama dengan skuadron F-35 ketiga yang diperoleh awal tahun ini, merupakan peningkatan bersejarah kekuatan udara dan jangkauan strategis kami—kemampuan yang terbukti penting selama perang saat ini," tambah dia.

 

Sejak Oktober tahun lalu, Pasukan Israel telah benar-benar menghancurkan Jalur Gaza dengan serangan udara, dengan menargetkan daerah pemukiman rumah sakit, sekolah, dan tenda-tenda orang yang mengungsi serta menewaskan puluhan ribu orang. Dan kini Israel juga melancarkan perangnya ke Lebanon serta menghancurkan banyak desa dan membunuh banyak warga sipil.

 

Selain itu, serangan pada Iran pun turut dilancarkan Israel pada 26 Oktober beberapa minggu setelah hampir 200 rudal dit

embakkan Teheran ke Israel pada 1 Oktober, menyusul serangan Zionis yang menewaskan para pemimpin Hamas, Hizbullah, dan seorang jenderal Iran.

 

Israel mengatakan telah menerima paket bantuan militer AS baru senilai USD8,7 miliar, pada akhir September lalu.

Komentar