Bendera Jerman
Sender.co.id - Pemerintah Jerman telah mengumumkan rencana untuk menerapkan kontrol lebih ketat di seluruh perbatasan daratnya. Kebijakan ini bertujuan untuk menangani migrasi yang tidak teratur dan melindungi masyarakat dari potensi ancaman seperti ekstremisme Islam.
Menteri Dalam Negeri Nancy Faeser mengungkapkan pada hari Senin (9/9/2024) bahwa kontrol perbatasan akan dimulai pada 16 September dan dijadwalkan berlangsung selama enam bulan awalnya.
Faeser juga menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema untuk memungkinkan pihak berwenang menolak lebih banyak migran secara langsung di perbatasan, meskipun rincian mengenai langkah tersebut belum diungkapkan secara lengkap.
"Kami memperkuat keamanan internal dan melanjutkan tindakan tegas terhadap migrasi yang tidak teratur," ujar Faeser seperti dilaporkan Reuters.
Pemerintah Jerman juga telah menginformasikan Komisi Eropa dan negara-negara tetangga mengenai pengenalan kontrol perbatasan ini.
Baru-baru ini, terjadi serangan pisau fatal yang melibatkan para pelaku yang merupakan pencari suaka, memicu kekhawatiran terkait imigrasi. Kelompok Negara Islam (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut di Solingen yang menewaskan tiga orang pada bulan Agustus lalu.
Sebagai respons terhadap insiden ini, Jerman telah memperketat kebijakan migrasinya, terutama setelah lonjakan kedatangan migran dari negara-negara yang dilanda perang dan kemiskinan, seperti Suriah, selama krisis migran 2015/2016. Jerman juga memberikan suaka kepada sekitar satu juta orang Ukraina yang melarikan diri dari invasi Rusia pada tahun 2022, di tengah krisis energi dan ekonomi.
Pemerintah Jerman kemudian menerapkan aturan deportasi yang lebih ketat dan melanjutkan deportasi penjahat yang dihukum dari Afghanistan ke negara asal mereka, meskipun deportasi sempat dihentikan setelah Taliban mengambil alih kekuasaan pada tahun 2021 karena masalah hak asasi manusia.
Tahun lalu, Jerman juga memperkenalkan kontrol lebih ketat di perbatasan dengan Polandia, Republik Ceko, Swiss, serta Austria, yang memungkinkan pengembalian 30.000 migran sejak Oktober 2023.
Menurut aturan Uni Eropa, negara-negara di wilayah Schengen, yang mencakup semua negara anggota kecuali Siprus dan Irlandia, hanya diperbolehkan memperkenalkan pemeriksaan perbatasan sebagai langkah terakhir untuk mencegah ancaman terhadap keamanan internal atau kebijakan publik.
Jerman memiliki perbatasan darat sepanjang lebih dari 3.700 km dengan Denmark, Belanda, Belgia, Luksemburg, Prancis, Swiss, Austria, Republik Ceko, dan Polandia.
Jumlah permohonan suaka di Jerman telah menurun sebesar 21,7% dalam delapan bulan pertama tahun ini, menurut statistik pemerintah. (DY)
Komentar