Kamala Harris Negosiasi Harga Obat Menjelang Pilpres AS

Veridial
16 August 2024 13:41 WIB

Sender.co.id - Amerika Serikat sedang melakukan negosiasi untuk menurunkan harga dari 10 obat yang paling banyak digunakan oleh Medicare, dengan tujuan menghemat hingga USD6 miliar (sekitar Rp94 triliun) pada tahun pertama.

 

Langkah ini, yang dipuji oleh Presiden Joe Biden pada 15 Agustus 2024, diharapkan dapat mengurangi kemarahan masyarakat atas kenaikan harga menjelang pemilihan presiden pada November 2024.

 

Biden telah menandatangani RUU Inflation Reduction Act yang disahkan menjadi undang-undang pada tahun 2022. Undang-undang ini memungkinkan Medicare untuk menegosiasikan harga obat-obatan mahal yang digunakan oleh 66 juta orang, dengan harga baru mulai berlaku pada tahun 2026.

 

"Kami akhirnya mengalahkan Big Pharma," kata Biden saat acara di Largo, Maryland, bersama Wakil Presiden Kamala Harris.

 

Upaya ini bertujuan meredakan ketidakpuasan warga Amerika terkait harga yang tinggi, yang menjadi isu penting menjelang pemilihan presiden pada 5 November 2024. Dalam pemilu tersebut, Harris akan menghadapi calon dari Partai Republik, Donald Trump.

 

“Sepanjang karir saya, saya telah bekerja untuk menuntut pertanggungjawaban dari pelaku dan menurunkan harga obat. Medicare bisa menggunakan kekuasaannya untuk bernegosiasi dan berdialog dengan Big Pharma,” ujar Harris.

 

Pengurangan harga obat ini akan membuat obat lebih terjangkau bagi warga Amerika Serikat, dan juga mencakup diskon dari pemerintah. Namun, undang-undang ini tidak mendapat dukungan dari Partai Republik. Dalam pernyataannya, Harris menyoroti pengalamannya sebagai jaksa agung di California yang menuntut pertanggungjawaban perusahaan farmasi besar atas praktik ilegal dan penipuan. (DY)

 

 

Sc: tempo

Komentar