Sri Mulyani Indrawati saat memberikan paparan dalam sebuah forum internasional. Bank Dunia resmi menunjuk mantan Menteri Keuangan Indonesia tersebut sebagai Independent Co-Chair IDA22 Replenishment untuk memimpin proses penggalangan dana pembangunan yang akan mendukung 78 negara berpendapatan rendah hingga 2031. Foto: Dok. Kementerian Keuangan RI.
Sender.co.id – Bank Dunia melalui International Development Association (IDA) resmi menunjuk mantan Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati sebagai Independent Co-Chair dalam proses IDA22 Replenishment, yakni putaran ke-22 penggalangan dana IDA. Penunjukan tersebut diumumkan di Washington, Amerika Serikat, pada 3 Agustus 2026 dan menjadi pengakuan atas pengalaman panjang Sri Mulyani dalam bidang keuangan pembangunan global.
Sebagai Independent Co-Chair, Sri Mulyani akan memimpin proses penghimpunan komitmen pendanaan bersama Paschal Donohoe, Managing Director dan Chief Knowledge Officer World Bank Group. Penggalangan dana tersebut akan menentukan besaran pembiayaan yang akan disalurkan kepada 78 negara berpendapatan rendah untuk periode 2028–2031 melalui skema pinjaman lunak dan hibah IDA.
Dalam keterangan resminya, Bank Dunia menyatakan Sri Mulyani dipilih oleh komite pencarian yang terdiri dari perwakilan negara donor dan negara peminjam karena dinilai memiliki rekam jejak kuat dalam kebijakan pembangunan serta pengalaman memimpin lembaga keuangan internasional.
"Donor and borrower country representatives of the World Bank Group International Development Association (IDA) have selected Dr. Sri Mulyani Indrawati of Indonesia as Independent Co-Chair of IDA's twenty-second replenishment. In this role, she will champion stronger policy and financial support for IDA22 across donor and borrower countries," demikian pernyataan resmi Bank Dunia.
Bank Dunia juga menyoroti pengalaman Sri Mulyani sebagai mantan Managing Director dan Chief Operating Officer World Bank Group, serta Menteri Keuangan Indonesia. Lembaga tersebut menyebut Sri Mulyani sebagai salah satu tokoh paling berpengalaman di dunia dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional.
"Dr. Indrawati is one of the world's most experienced voices in international development finance," tulis Bank Dunia dalam pernyataan resminya.
International Development Association merupakan dana pembangunan milik Bank Dunia yang berfokus membantu negara-negara berpendapatan rendah melalui pinjaman berbunga rendah, pinjaman tanpa bunga, dan hibah. Sejak didirikan pada 1960, IDA telah mengucurkan lebih dari US$632 miliar untuk membiayai berbagai proyek pembangunan di 115 negara, mulai dari pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, infrastruktur, hingga adaptasi perubahan iklim.
Siklus IDA22 Replenishment akan dimulai melalui Mid-Term Review di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026. Selanjutnya, negara-negara donor akan melakukan pembahasan dan penyampaian komitmen pendanaan hingga pertemuan akhir (pledging meeting) yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027. Dana yang berhasil dihimpun akan menjadi sumber pembiayaan berbagai program pembangunan bagi 78 negara termiskin di dunia selama periode 2028–2031.
Penunjukan Sri Mulyani dinilai menjadi salah satu pencapaian penting bagi Indonesia di tingkat internasional. Kepercayaan yang diberikan Bank Dunia menunjukkan pengakuan terhadap kapasitas dan pengalaman Indonesia dalam mengelola kebijakan fiskal serta berkontribusi dalam agenda pembangunan global. (wg)
Komentar