Kecelakaan Pesawat di Brazil Akibat Perputaran yang Tak Stabil

Veridial
12 August 2024 11:55 WIB


Sender.co.id - Pesawat turboprop milik Voepass mengalami kecelakaan setelah berputar tak terkendali di dekat area permukiman pada Jumat, 9 Agustus 2024. Pesawat tersebut meledak di samping sebuah rumah, menyebabkan kematian 61 orang yang terdiri dari 57 penumpang dan 4 awak kabin.

 

Kapten Ross Aimer, seorang pilot jet berpengalaman dengan lebih dari 40 tahun pengalaman di Amerika Serikat, telah memberikan beberapa dugaan mengenai penyebab kecelakaan tersebut.

 

Menurut Aimer, penyebabnya bisa jadi kerusakan mesin, masalah pada sistem kontrol penerbangan, atau kerusakan bagian pesawat saat terbang. Aimer menjelaskan kepada DailyMail bahwa faktor-faktor ini dapat menyebabkan pilot kehilangan kendali dan memicu kekacauan. Jika pesawat mengalami spiral maut, seperti yang terjadi pada insiden ini, sangat sulit untuk mengatasinya.

 

Dikutip The Sun, penyebab paling mungkin adalah stall kecepatan rendah, yaitu ketika aliran udara di atas pesawat menjadi terlalu lambat sehingga pesawat tidak dapat terangkat dengan benar. Hal ini sering terjadi pada kecepatan rendah dan dapat menyebabkan sayap kehilangan daya angkat.

 

Biasanya, satu sisi sayap akan turun sementara sisi lainnya terangkat, menyebabkan pesawat berputar dalam gerakan spiral. Jika mesin mati atau tidak ada daya, pilot tidak akan bisa menghentikan penurunan spiral ini.

 

Penyebab pesawat bergerak lambat bisa termasuk kesalahan teknis, turbulensi ekstrem, atau kesalahan pilot. Ada kemungkinan lain seperti sayap pesawat terkena sesuatu, seperti burung. Kecelakaan tragis ini terjadi sekitar pukul 13.25 waktu setempat. Pesawat yang lepas landas dari Cascavel, Parana, Brasil, jatuh di area pemukiman di Vinhedo, Sao Paulo.

 

Warga yang menyaksikan kejadian tersebut merekam dan langsung mendatangi lokasi. Pesawat meledak, menghasilkan asap hitam dan puing-puing serta mayat penumpang dan awak. Menurut Balai Kota Valinhos, seluruh 61 orang di dalam pesawat dinyatakan tewas, tetapi tidak ada warga sekitar yang terluka atau terbunuh.

 

Maskapai Voepass Linhas Aéreas mengonfirmasi bahwa semua penumpang dan kru tewas dan saat ini fokus pada dukungan bagi keluarga korban serta bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menyelidiki penyebab kecelakaan.

 

"Kami sangat menyesal atas kejadian ini dan akan terus memberikan bantuan kepada keluarga korban serta berkolaborasi dengan otoritas untuk mengungkap penyebab kecelakaan." Ujar Voepass.

 

Petugas pemadam kebakaran, polisi militer, dan otoritas pertahanan sipil telah dikerahkan ke lokasi kejadian. Media lokal melaporkan bahwa jenis pesawat tersebut adalah turboprop ATR-72-500 buatan pabrikan Prancis, ATR, yang sudah berumur 14 tahun.

 

 Lebih dari 1.200 unit pesawat ini telah dibuat sejak 1988 dan biasanya memiliki kapasitas 72 penumpang. Polisi Federal Brasil dan otoritas penerbangan negara telah memulai investigasi atas kecelakaan ini. (DY)



Komentar