KMP Port Link III Dikabarkan Kembali ke Selat Sunda, Layanan Merak–Bakauheni Tetap Berjalan

Wangga Lasmi Damayanti
23 October 2026 13:23 WIB

Sender.co.id – Kabar kembalinya KMP Port Link III ke lintasan Selat Sunda menjadi perhatian masyarakat setelah beredar unggahan di media sosial pada Jumat (23/10/2026). Kapal tersebut disebut kembali melayani penyeberangan Merak–Bakauheni setelah sebelumnya dikabarkan akan dialihkan ke rute jarak jauh Surabaya–Makassar.

Informasi tersebut beredar di tengah perhatian publik terhadap operasional penyeberangan Selat Sunda pascakebakaran dan tenggelamnya KMP Batumandi di sekitar Pelabuhan Merak, Banten. Namun, hingga artikel ini disusun, belum ditemukan konfirmasi resmi terbaru dari PT ASDP Indonesia Ferry yang memastikan KMP Port Link III telah kembali beroperasi di lintasan tersebut.

Sebelumnya, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, memastikan layanan penyeberangan Merak–Bakauheni tetap berjalan setelah insiden kebakaran KMP Batumandi. ASDP mengoperasikan kapal pengganti untuk menjaga pelayanan kepada pengguna jasa, khususnya di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak.

“Layanan penyeberangan di lintasan Merak–Bakauheni berjalan normal atau tidak terganggu usai terjadinya insiden kapal terbakar,” demikian keterangan Heru dalam laporan ANTARA pada Rabu (21/10/2026).

Heru juga menjelaskan bahwa penyebab kebakaran KMP Batumandi masih dalam penyelidikan pihak berwenang. ASDP menyatakan akan mengikuti proses pemeriksaan sesuai kewenangan masing-masing instansi dan hasil verifikasi di lapangan.

“Terkait penyebab kebakaran, ASDP menyampaikan bahwa hal tersebut masih dalam proses pendalaman oleh pihak berwenang,” kata Heru, dikutip ANTARA.

Insiden KMP Batumandi bermula pada Selasa (20/10/2026), ketika kapal yang bertolak dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak mengalami percikan api di bagian buritan. Seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan berhasil dievakuasi. Setelah proses pemadaman, kapal tersebut terbalik dan tenggelam pada Rabu (21/10/2026) malam.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pemerintah terus mengawal penanganan insiden tersebut, termasuk memastikan keselamatan pelayaran dan pemenuhan hak penumpang yang terdampak.

“Kami meminta seluruh pihak terkait memastikan penanganan penumpang berjalan dengan baik, termasuk tindak lanjut terhadap hak-hak mereka sesuai ketentuan yang berlaku, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap tahapan penanganan insiden,” ujar Dudy dalam keterangan resmi Kementerian Perhubungan pada Kamis (22/10/2026).

Kementerian Perhubungan bersama ASDP, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta instansi terkait juga menyiapkan langkah pengamanan di lokasi tenggelamnya kapal. Pemasangan pelampung penanda lokasi dilakukan agar kapal lain dapat meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi area tersebut.

Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, sebelumnya menyampaikan bahwa operasional penyeberangan dari sisi Bakauheni tetap berjalan dengan penyesuaian berdasarkan kondisi lapangan.

“Tetap berjalan. Penyesuaian operasional dilakukan sesuai kondisi di lapangan, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan pengguna jasa,” ujar Partogi, dikutip IDN Times Lampung pada Rabu (21/10/2026).

Partogi menjelaskan bahwa koordinasi terus dilakukan dengan pihak terkait agar pelayanan penyeberangan kembali berjalan optimal. Pemulihan operasional mempertimbangkan kondisi dermaga, kesiapan kapal, dan situasi di Pelabuhan Merak setelah insiden.

Adapun kabar mengenai KMP Port Link III yang kembali ke Selat Sunda masih perlu dikonfirmasi melalui jadwal operasional resmi ASDP. Masyarakat yang hendak menyeberang diimbau memantau informasi terbaru dari operator dan mengikuti arahan petugas pelabuhan. (wg)


Komentar