(Ilustrasi/istimewa)
Sender.co.id - Hanya beberapa jam sebelum pemilihan presiden Amerika Serikat, Korea Utara dilaporkan telah meluncurkan rudal balistik ke arah laut di lepas pantai timur Semenanjung Korea.
Kabar itu
diungkap oleh Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) dalam sebuah pernyataan,
seperti dimuat Yonhap News pada Selasa, 5 November 2024.
JCS menyebut beberapa rudal jarak pendek ditembakkan oleh Pyongyang sekitar
pukul 07.30 waktu setempat.
"Rudal tersebut terbang sekitar 400 km setelah diluncurkan dari wilayah
Sariwon, yang terletak di sebelah selatan ibu kota Korea Utara,
Pyongyang," ungkap laporan tersebut.
Merespons latihan rudal, Korea Selatan menyatakan pihaknya terus bersiap sambil
berbagi data rudal balistik Korea Utara dengan otoritas AS dan Jepang.
Pemerintah Jepang juga mengonfirmasi peluncuran tersebut dan penjaga pantai
mereka melaporkan bahwa sebuah proyektil telah jatuh di laut di wilayah yang
menurut kantor berita NHK berada di luar zona ekonomi eksklusif maritim.
Ada pandangan luas bahwa Kim lebih suka kemenangan kandidat Republik Donald
Trump, yang terlibat dalam diplomasi nuklir berisiko tinggi dengannya pada
tahun 2018-19, melihatnya sebagai mitra yang lebih berpotensi daripada kandidat
Demokrat Kamala Harris.
Selama berkampanye, Trump membanggakan hubungan pribadinya dengan Kim,
sementara Harris menolak dekat-dekat dengan pemimpin Korea Utara
tersebut.
Pada
pertemuan Dewan Keamanan PBB hari Senin, 4 November 2o24, Duta Besar Korea
Utara, Kim Song, membela program nuklir dan rudal balistik Korea Utara sebagai
hal yang penting untuk pertahanan diri negara itu dari ancaman nuklir Amerika
Serikat.
"Korea Utara akan mempercepat pembangunan kekuatan nuklir yang dapat
melawan ancaman apapun yang dihadirkan oleh negara-negara bersenjata nuklir
yang bermusuhan," ungkapnya. (VE)
Komentar