(Ratusan warga Gaza tewas dibom Israel/wafa)
Sender.co.id - Serangan Israel terhadap objek sipil Gaza semakin brutal. Baru-baru ini mereka membombardir sekolah Al-Taba’een di lingkungan Al-Daraj dan mengakibatkan 100 kematian.
Mengutip
Kantor Berita Palestina Wafa pada Minggu (11/8), serangan terjadi saat para
pengungsi yang berlindung di sekolah tersebut menunaikan ibadah salat subuh di
hari Sabtu (10/8).
"Pesawat militer Israel menargetkan sekolah tersebut saat para jamaah
sedang melaksanakan salat subuh," ungkap Wafa.
Saksi mata mengatakan mereka mendengar teriakan wanita dan anak-anak setelah
pengeboman tetapi tidak dapat menemukan mereka.
Dalam sebuah pernyataan, militer Israel mengaku menyerang sekolah itu karena
yakin bahwa itu merupakan tempat para komandan dan operator Hamas bersembunyi.
Mereka juga mengaku telah melakukan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi
risiko melukai warga sipil, termasuk penggunaan amunisi presisi, pengawasan
udara, dan informasi intelijen.
Berdasarkan keterangan badan pertahanan sipil Gaza, Israel melancarkan serangan
ini dengan menggunakan tiga buah roket.
Sementara itu terkait serangan ini, militer Israel menuduh bahwa Sekolah
Al-Taba'een merupakan "markas Hamas" yang diisi oleh para anggota
milisi.
Sejauh ini perang yang terus bergejolak selama 10 bulan di kawasan tersebut
telah menewaskan hampir 40 ribu warga Gaza, di mana mayoritas merupakan
anak-anak dan perempuan.
Pembantaian di sekolah Al-Taba’een, terjadi beberapa jam setelah AS
mengumumkan akan memberikan 3,5 miliar dolar AS kepada Israel untuk membeli
senjata dan peralatan militer Amerika.
"Pada hari Kamis, 8 Agustus, Departemen memberi tahu Kongres tentang niat
kami untuk mewajibkan 3,5 miliar dolar AS dalam Pendanaan Militer Asing Tahun
Anggaran 2024 menggunakan pendanaan yang disediakan oleh Undang-Undang Anggaran
Tambahan Keamanan Israel," kata seorang juru bicara Departemen Luar
Negeri.
Hampir 40.000 warga Palestina telah tewas, sebagian besar adalah wanita dan
anak-anak, dan lebih dari 91.700 orang terluka, dalam kampanye pengeboman
Israel sejak 7 Oktober 2023, menurut otoritas kesehatan setempat.
Lebih dari sepuluh bulan setelah serangan Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur di tengah blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang melumpuhkan. (*)
Komentar