Ilustrasi Makanan Organik
Sender.co.id - Label organik sendiri sekarang menjadi yang paling laris di supermarket dan restoran. Namun, apakah makanan organik lebih sehat? Penjelasan ini dibuat oleh para ahli.
Sekarang, minat akan gaya hidup yang lebih sehat semakin meningkat. Berbagai rekomendasi diet hingga makanan organik yang dianggap lebih sehat semakin laris di pasar.
Kesadaran orang-orang atas pentingnya tubuh yang sehat
membuat berbagai makanan utuh atau whole foods mendapat perhatian di pasaran.
Tetapi kerap kali pemujaan berlebihan terhadap makanan organik dilakukan oleh
para pelaku diet sehat.
Apakah makanan organik adalah makanan yang benar-benar sehat? Lantas bagaimana
dengan produk makanan lainnya yang tak melabeli dirinya sebagai produk organik?
Begini penjelasannya.
Dilansir dari TB News, penelitian menunjukkan bahwa banyak produk organik yang
masih terpapar bahan kimia, seperti pestisida. Tetapi produk organik juga
diakui memiliki kandungan mikronutrien yang lebih banyak seperti vitamin C, zat
besi, magnesium dan fosfor, hingga manfaatnya dalam mencegah anthocyanin.
Produk bahan makanan organik diakui memiliki banyak manfaat kesehatan. Tetapi
produk tersebut tidak bisa dibilang satu-satunya atau lebih sehat dibandingkan
produk non berlabel organik.
Merujuk pada perspektif kesehatan, beberapa orang percaya bahwa konsumsi produk
organik dapat meminimalisir risiko alergi dan obesitas. Padahal belum ditemukan
bukti yang cukup kuat bahwa produk organik bermanfaat seperti yang banyak
dipercaya.
Alergi dan obesitas dipengaruhi oleh banyak faktor. Termasuk gaya hidup,
ketahanan imunitas, hingga kondisi kulit atau penyakit bawaan seperti
dermatitis.
Dibenarkan bahwa ada beberapa produk organik yang memang mengandung nutrisi
lebih banyak dan lebih menyehatkan. Misalnya pada daging dan susu yang lebih
padat nutrisi hingga kandungan asam lemak omega 3-nya.
Jika menilik dari segi ekonomi, produk organik tentu jauh lebih mahal sehingga
butuh pengaturan biaya yang lebih bijak menyesuaikan dengan pendapatan. Buah
dan sayuran menjadi bahan yang cocok jika hendak mencoba produk organik.
Terutama pada beberapa buah dan sayur yang disebut sebagai asupan makanan
dengan ranking terbawah. Alasannya banyak makanan-makanan yang ada di daftar
ini dijual dalam kondisi kotor dengan kontaminasi pestisida yang tinggi. (PL)
Komentar