Makanan Organik Lebih Sehat? Ini Penjelasannya

Putri Lailawati
04 November 2024 17:31 WIB

Sender.co.id - Label organik sendiri sekarang menjadi yang paling laris di supermarket dan restoran. Namun, apakah makanan organik lebih sehat? Penjelasan ini dibuat oleh para ahli.

Sekarang, minat akan gaya hidup yang lebih sehat semakin meningkat. Berbagai rekomendasi diet hingga makanan organik yang dianggap lebih sehat semakin laris di pasar.

Kesadaran orang-orang atas pentingnya tubuh yang sehat membuat berbagai makanan utuh atau whole foods mendapat perhatian di pasaran. Tetapi kerap kali pemujaan berlebihan terhadap makanan organik dilakukan oleh para pelaku diet sehat.

Apakah makanan organik adalah makanan yang benar-benar sehat? Lantas bagaimana dengan produk makanan lainnya yang tak melabeli dirinya sebagai produk organik? Begini penjelasannya.

Dilansir dari TB News, penelitian menunjukkan bahwa banyak produk organik yang masih terpapar bahan kimia, seperti pestisida. Tetapi produk organik juga diakui memiliki kandungan mikronutrien yang lebih banyak seperti vitamin C, zat besi, magnesium dan fosfor, hingga manfaatnya dalam mencegah anthocyanin.

Produk bahan makanan organik diakui memiliki banyak manfaat kesehatan. Tetapi produk tersebut tidak bisa dibilang satu-satunya atau lebih sehat dibandingkan produk non berlabel organik.

Merujuk pada perspektif kesehatan, beberapa orang percaya bahwa konsumsi produk organik dapat meminimalisir risiko alergi dan obesitas. Padahal belum ditemukan bukti yang cukup kuat bahwa produk organik bermanfaat seperti yang banyak dipercaya.

Alergi dan obesitas dipengaruhi oleh banyak faktor. Termasuk gaya hidup, ketahanan imunitas, hingga kondisi kulit atau penyakit bawaan seperti dermatitis.

Dibenarkan bahwa ada beberapa produk organik yang memang mengandung nutrisi lebih banyak dan lebih menyehatkan. Misalnya pada daging dan susu yang lebih padat nutrisi hingga kandungan asam lemak omega 3-nya.

Jika menilik dari segi ekonomi, produk organik tentu jauh lebih mahal sehingga butuh pengaturan biaya yang lebih bijak menyesuaikan dengan pendapatan. Buah dan sayuran menjadi bahan yang cocok jika hendak mencoba produk organik.

Terutama pada beberapa buah dan sayur yang disebut sebagai asupan makanan dengan ranking terbawah. Alasannya banyak makanan-makanan yang ada di daftar ini dijual dalam kondisi kotor dengan kontaminasi pestisida yang tinggi. (PL)

Komentar