(Mark Zuckerberg/cnn)
Sender.co.id - Petinggi Meta, Mark Zuckerberg, mengungkapkan bahwa pemerintahan Biden telah menekan perusahaannya untuk menyensor konten terkait Covid-19 selama pandemi.
Pernyataan
Zuckerberg merujuk pada permintaan Gedung Putih untuk menghapus informasi yang
salah tentang virus corona dan vaksin.
Dikutip dari Reuters, Rabu (28/8), Zuckerberg dalam suratnya tertanggal
26 Agustus memberi tahu Komite Kehakiman DPR AS bahwa ia menyesal tidak
berbicara tentang tekanan ini lebih awal.
Ia juga menyesali keputusan yang telah ia buat sebagai pemilik Facebook,
Instagram, dan WhatsApp terkait penghapusan konten tertentu.
Salah satu tekanan yang dirasakan Zuckerberg termasuk ketika Biden mengatakan
pada Juli 2021 bahwa platform media sosial seperti Facebook "membunuh
orang" karena membiarkan misinformasi tentang vaksin virus corona diunggah
di platformnya.
Pihak lain seperti mantan Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki dan Ahli Bedah Umum Vivek Murthy secara terbuka mengatakan bahwa perusahaan tersebut tidak melakukan upaya yang cukup untuk menghapus informasi yang salah, dan malah mempersulit upaya memerangi pandemi dan menyelamatkan nyawa. (*)
Komentar