MbS Khawatir Terbunuh Jika Normalisasi Arab Saudi-Israel

Veridial
16 August 2024 13:34 WIB

 

Sender.co.id - Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), dilaporkan mengungkapkan kekhawatirannya mengenai risiko pembunuhan jika ia menyetujui normalisasi hubungan dengan Israel.

 

Dalam sebuah kolom yang ditulis oleh koresponden senior Politico, Nahal Toosi, MbS dikatakan menyampaikan ketakutannya ini kepada beberapa pejabat Kongres Amerika Serikat.

 

MbS merasa bahwa melanjutkan kesepakatan besar dengan AS dan Israel, terutama mengenai normalisasi hubungan Saudi-Israel, dapat membahayakan keselamatannya. Toosi menyebutkan bahwa MbS mengaitkan situasi ini dengan kematian mantan Presiden Mesir Anwar Sadat, yang dibunuh setelah mencapai kesepakatan damai dengan Israel pada 1978.

 

MbS juga menanyakan tindakan yang diambil AS untuk melindungi Sadat dan menekankan perlunya kesepakatan yang mencakup solusi untuk kemerdekaan Palestina, terutama karena meningkatnya kemarahan dunia Arab terhadap Israel akibat perang di Gaza.

 

Informasi tentang percakapan antara MbS dan pejabat AS ini diperoleh Toosi dari wawancara dengan mantan pejabat AS dan sumber lainnya. Meski ada risiko keamanan, MbS tampaknya tetap ingin mencapai kesepakatan besar dengan AS dan Israel, menganggap normalisasi ini penting untuk masa depan Arab Saudi.

 

AS dikabarkan menawarkan berbagai bentuk dukungan dan jaminan keamanan kepada Saudi sebagai imbalan, termasuk bantuan untuk program nuklir sipil dan investasi di sektor teknologi.

 

Toosi juga mencatat bahwa MbS kecewa dengan ketidakmampuan Israel untuk menyertakan rencana yang kredibel menuju kemerdekaan Palestina dalam perjanjian ini. Toosi berpendapat bahwa MbS mungkin menggunakan isu keamanan dirinya sebagai strategi untuk menekan AS dan Israel agar memenuhi tuntutan Saudi.

 

Menurut Toosi, MbS ingin terlihat sebagai pembela Palestina sambil tetap menjaga hubungan bisnis dengan Israel. Toosi menilai MbS sedang menerapkan strategi diplomatik-ekonomi, dengan mengungkit risiko keselamatannya untuk mendorong AS dan Israel memenuhi syarat kesepakatan.

 

MbS percaya bahwa tanpa solusi untuk masalah Palestina, Saudi tidak akan mendapatkan manfaat dari komitmen yang ditawarkan AS. Toosi menyimpulkan bahwa meskipun MbS mungkin tidak peduli secara pribadi dengan perjuangan Palestina, kesepakatan ini bisa membawa perubahan besar di Timur Tengah, terutama dengan membentuk front persatuan antara Israel dan Arab Saudi melawan Iran. (DY)

 

Sc: cnnindonesia

Tag

MbS

Komentar