Pakai Gelang Tiket jadi Syarat Ikut Misa Suci Paus Fransiskus di GBK

Veridial
31 August 2024 21:32 WIB


Sender.co.id - Panitia Kunjungan Bapa Suci Paus Fransiskus memastikan umat yang terdaftar dan memiliki tiket gelang dapat menghadiri Misa Suci di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat pada Kamis (5/9).

 

Dalam misa tersebut, Wakil Koordinator Media Panitia Kunjungan Bapa Suci Fransiskus Romo Anthonius Gregorius A. Lalu, memastikan Paus akan membawakan homili.

"Terkhusus perayaan Misa Suci di GBK, umat yang dapat mengikuti misa adalah umat yang telah memiliki tiket gelang," kata Romo Anthonius dalam keterangan resmi pada Sabtu (31/8).

Sedangkan, umat yang tidak memiliki tiket gelang tidak diijinkan masuk ke area stadion GBK.

"Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban acara yang akan berlangsung," kata Romo Anthon.

Diharapkan umat dapat hadir dengan mempersiapkan kelengkapan persyaratan sehingga dapat mengikuti Misa Suci dengan nyaman dan aman. 

Sementara, bagi umat yang tidak memiliki gelang tiket dapat turut mengikuti perayaan Misa Suci secara live streaming di kanal media sosial Komsos KWI dan saluran televisi nasional. 

"Selain televisi, siaran Misa Suci juga akan dilakukan melalui jaringan Radio Republik Indonesia (RRI)," kata Romo Anthon.

Bagi umat yang sudah memiliki tiket gelang, diimbau agar dapat berangkat ke Stadion GBK dengan mempertimbangkan waktu perjalanan, di mana gerbang dibuka mulai pukul 12.00 WIB dan akan ditutup pukul 15.30 WIB.

"Umat juga diharapkan dapat menggunakan kendaraan umum, karena tidak tersedia area parkir umat di dalam kawasan GBK," kata Romi Anthon.

Pemimpin tertinggi Gereja Katolik dunia dan Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus akan melakukan perjalanan apostolik ke Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste dan Singapura dari tanggal 2 hingga 13 September 2024. 

Indonesia akan menjadi negara pertama dalam rangkaian kunjungan Paus Fransiskus ke kawasan Asia Pasifik yaitu pada tanggal 3 hingga 6 September 2024.

Dikutip RMOL, Kardinal Suharyo menyampaikan kunjungan Paus sekaligus merawat hubungan baik antara Indonesia dan Vatikan yang selama ini terjalin.

Terlebih secara simbolik, Indonesia dikenal dengan negara yang tinggi dengan nilai toleransi. Hal ini terpancar secara simbolilisasi letak Gereja Santa Maria Diangkat ke Surga Paroki Katedral berdampingan dengan Masjid Istiqlal.

"Jadi kedatangan Paus ke Indoensia, ingin meneguhkan hubungan baik antar negara kedua negara," kata Kardinal Suharyo yang juga mantan Uskup Agung Semarang ini.

Kardinal Suharyo meyakini Paus Fransiskus sangat mendalami nilai-nilai toleransi yang ada di Indonesia.

"Secara khusus Vatikan ingin belajar banyak mengenai Islam di Indonesia," kata Kardinal Suharyo.

Karena Islam di Indonesia, kata Kardinal Suharyo, berbeda dibandingkan dengan Islam di Pakistan atau Timur Tengah.

"Itu menarik untuk saudara-saudara kita di Eropa khususnya untuk Vatikan," sambung Kardinal Suharyo. (VE)

 

Tag

Komentar