Gedung Pentagon AS (DOK: Wikipedia)
Sender.co.id - Pejabat AS dan Irak terus mengadakan diskusi terkait kerja sama keamanan, termasuk mengenai peran pasukan AS di Irak, ungkap Pentagon pada Senin (9/9). Sekretaris Pers Mayor Jenderal Pat Ryder menyatakan bahwa Kelompok Kerja Eksekutif dari Komisi Militer Tinggi AS-Irak tetap berkomunikasi mengenai isu ini, meskipun belum ada keputusan akhir mengenai penarikan pasukan AS.
Pernyataan Ryder muncul setelah laporan yang menyebut bahwa kedua negara mungkin telah mencapai kesepakatan awal terkait penarikan pasukan koalisi pimpinan AS dari Irak pada tahun 2026. Pembicaraan ini berfokus pada peralihan dari koalisi anti-ISIS global ke arah hubungan keamanan bilateral jangka panjang antara AS dan Irak.
Ryder juga menekankan pentingnya Irak sebagai mitra strategis AS, dengan peran signifikan dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan, terutama dalam upaya kontra-terorisme. Ia menambahkan bahwa proses diskusi ini masih berlangsung dan memerlukan waktu yang cukup.
Komisi Militer Tinggi ini terbentuk setelah pertemuan antara Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Irak Mohammed Shia Al Sudani pada bulan April di Washington. Saat ini, ada sekitar 2.500 tentara AS di Irak, yang tergabung dalam Satuan Tugas Gabungan Operasi Inherent Resolve, menurut Pentagon.
Pembahasan mengenai transisi hubungan keamanan bilateral antara AS dan Irak melalui Komisi Militer Tinggi tersebut masih terus berjalan, jelas Ryder. (DY)
Komentar