(Situasi di jalur Gaza setelah adanya instruksi evakuasi dari Israel PBB menghentikan operasi bantuan/tempo)
Sender.co.id - Operasi bantuan PBB di Gaza terhenti pada hari Senin setelah Israel mengeluarkan perintah evakuasi baru untuk Deir Al-Balah, lokasi pusat operasi PBB di Jalur Gaza tengah.
PBB sedang mempersiapkan kampanye vaksinasi untuk sekitar 640.000 anak di Gaza, menyusul laporan kasus polio tipe 2 pada bayi berusia 10 bulan, yang merupakan kasus pertama dalam 25 tahun.
Seorang pejabat senior PBB menyatakan bahwa kondisi saat ini menghalangi pelaksanaan vaksinasi, dan operasi PBB di Gaza tidak dapat berjalan seperti biasa. PBB telah memindahkan pusat operasi dan sebagian besar personelnya ke Deir Al-Balah setelah sebelumnya evakuasi dari Rafah di selatan Gaza.
Pejabat tersebut mengungkapkan kesulitan dalam menemukan lokasi baru dan masalah peralatan yang tertinggal. Meski belum menghentikan operasi secara resmi, PBB berupaya mencari cara agar tetap bisa beroperasi dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan keselamatan personel.
Direktur lapangan senior UNRWA, Sam Rose, mengatakan bahwa mereka masih berusaha memberikan layanan kesehatan meskipun menghadapi tantangan besar. Rose juga mengungkapkan bahwa zona kemanusiaan yang ditetapkan Israel kini menyusut menjadi sekitar 11 persen dari total wilayah Gaza, namun bukanlah area yang layak untuk dihuni.
UNRWA mempersiapkan kampanye vaksinasi polio dengan melibatkan lebih dari 3.000 orang, termasuk lebih dari 1.000 dari UNRWA. Mereka menyerukan ketenangan dan jeda kemanusiaan.
Sejak serangan Israel dimulai pada 7 Oktober 2023, Gaza telah mengalami kerusakan parah dengan rumah, rumah sakit, dan sekolah yang hancur. Pengeboman tersebut menyebabkan lebih dari 2,3 juta orang mengungsi dan menewaskan lebih dari 40.400 orang, menurut otoritas kesehatan Palestina.
Dikutip dari tempo.co Juru bicara UNRWA, Louise Wateridge, mengungkapkan bahwa respons kemanusiaan terhambat dan kemampuan untuk membantu terbatas. PBB juga mengeluhkan hambatan dalam menyalurkan bantuan ke Gaza, dengan Israel memeriksa dan menyetujui semua truk bantuan.
Program Pangan Dunia (WFP) melaporkan bahwa mereka hanya mampu mendistribusikan setengah dari 24.000 metrik ton bantuan pangan yang diperlukan dalam dua bulan terakhir, terhambat oleh konflik yang memburuk dan kerusakan jalan. (DY)
Komentar