Picu Keinginan Bunuh Diri, Mengungkap 3 Masalah Mental yang Banyak Dialami Warga Indonesia

Tazkiya Fuadah
26 October 2024 13:44 WIB

Sender.co.id - Gangguan jiwa merupakan kasus yang menjadi penyebab kedua seseorang kehilangan produktivitas di Indonesia. Prevalensi tertinggi masalah mental yang kerap dialami warga adalah depresi 3,69 persen, gangguan ansietas atau kecemasan 3,56 persen, dan skizofrenia sebesar 2,09 persen.

 

Menempati 10 penyakit terbesar kematian, masalah kesehatan mental dan kesakitan di Indonesia, yang sebetulnya bisa dicegah. Masalah ini dialami sejak usia anak, remaja, hingga dewasa.

 

dr. Imran Pambudi selaku Direktur Kesehatan Jiwa merinci, 1,4 persen warga Indonesia berusia di atas 15 tahun mengalami depresi. Namun hanya 12,7 persen di antaranya yang berobat. Yang berarti lebih dari 80 persen kasus tersisa memilih enggan melakukan perawatan.

 

Provinsi Kalimatan Timur dan Jawa Barat dengan catatan temuan kasus depresi terbanyak di Indonesia, masing-masing di atas dua persen.

 

"Sementara dua persen penduduk umur lebih dari 15 tahun juga memiliki masalah kesehatan jiwa," terang Imran kepada detikcom menjabarkan data survei kesehatan Indonesia 2023, pada Kamis (25/10/2024).

 

"0,25 persen di antaranya memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup," lanjut Imran.

 

Tren Kasus Bunuh Diri

 

Prevalensi kasus bunuh diri berdasarkan data terakhir Kemenkes RI berada di 2,55 persen, walau relatif menurun dibandingkan lima tahun terakhir di angka nyaris 3 persen, hal ini perlu menjadi catatan dan perhatian khusus.

 

Masalahnya, laporan tersebut tidak mencakup keseluruhan kasus kejadian bunuh diri. Terlebih, penanganan masalah mental dengan pemasungan pasien masih kerap terjadi.

 

Menelisik dari laporan sistem kesehatan jiwa Kemenkes RI dalam setahun terakhir, ada 1.591 kasus pemasungan, terbanyak di Jawa Timur dengan 256 kasus. (TF)

Komentar