Reporter dan Kameramen Aljazeera Tewas dalam Serangan Israel

Veridial
01 August 2024 11:22 WIB

Sender.co.id – Satu reporter dan seorang Kameramen Al Jazeera kehilangan nyawa dalam serangan Israel di Gaza; mereka adalah seorang reporter dan seorang kamerawan, pada Rabu (31/7/2024) waktu setempat.

 

Pers tersebut adalah "Wartawan Al Jazeera Arab Ismail al-Ghoul dan juru kameranya Rami al-Refee tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza," pernyataan Al Jazeera yang dilansir oleh AFP, Rabu (31/7/2024).

 

Al Jazeera melaporkan serangan itu menargetkan sebuah mobil di dekat daerah Aidia, sebelah barat Kota Gaza. Al Jazeera menyampaikan kedua jurnalisnya itu dibunuh di kamp pengungsi Shati, sebelah barat Kota Gaza.

 

Mereka berada di area tersebut untuk meliput di sekitar kediaman pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, di Gaza. Haniyeh diketahui tewas akibat serangan yang diduga dilakukan oleh Israel di Iran.

 

Jurnalis Al Jazeera lainnya, Anas al-Sharif, menyatakan bahwa kedua jenazah rekan kerjanya saat ini berada di sebuah rumah sakit di Gaza.

 

"Ismail menyampaikan penderitaan warga Palestina yang terpaksa meninggalkan rumah mereka, luka-luka yang mereka derita, dan pembantaian yang dilakukan oleh pendudukan [Israel] terhadap orang-orang tak bersalah di Gaza," ungkapnya.

 

"Menurutnya, tidak ada kata-kata yang cukup untuk menggambarkan apa yang terjadi," tambahnya.

 

Sejak perang di Gaza dimulai pada tanggal 7 Oktober, Al Jazeera terus menayangkan laporan langsung mengenai dampak operasi militer Israel. Kantor Al Jazeera di Gaza telah menjadi sasaran serangan udara Israel, yang mengakibatkan tewasnya dua koresponden mereka.

 

Al Jazeera telah menjadi subjek kritik selama berbulan-bulan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pemerintahannya. Pengadilan Israel telah memperpanjang larangan terhadap siaran Al Jazeera, yang awalnya dimulai pada awal Mei, baik dalam bahasa Arab maupun Inggris.

 

Pada Januari 2024, Israel mengklaim bahwa seorang staf jurnalis Al Jazeera dan seorang pekerja lepas yang tewas dalam serangan udara di Gaza adalah "anggota kelompok teroris.

 

Kemudian pada Februari 2024, Israel menuduh seorang jurnalis Al Jazeera sebagai wakil komandan unit Hamas. Al Jazeera dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menuduh Israel secara sistematis menargetkan karyawan mereka di Jalur Gaza. (DY)

 

Tag

Komentar