Aksi Protes Reformasi Sistem Peradilan Meksiko. (DOK: Detik)
Sender.co.id - Ribuan warga Meksiko, terutama pegawai pengadilan dan mahasiswa hukum, menggelar demonstrasi di ibu kota pada Minggu (8/9), menentang reformasi peradilan yang kontroversial, yang akan memilih hakim melalui pemungutan suara rakyat.
Mereka berkumpul di Mexico City ketika Senat bersiap membahas inisiatif yang didorong oleh Presiden Andres Manuel Lopez Obrador, yang akan segera mengakhiri masa jabatannya. Inisiatif ini telah disetujui oleh Kamar Deputi, di mana partai yang berkuasa memiliki mayoritas.
Usulan reformasi, yang mencakup pemilihan hakim Mahkamah Agung dan pengadilan lain melalui pemilu, telah memicu ketegangan diplomatik dengan Amerika Serikat, mengundang protes dari para penentang, dan menyebabkan kekacauan di pasar keuangan.
"Peradilan tidak akan runtuh," seru para demonstran yang berbaris menuju Senat, di mana pemungutan suara atas proposal tersebut dijadwalkan pada Rabu (11/9). Para pekerja pengadilan yang melakukan mogok telah meminta Mahkamah Agung untuk turun tangan, namun Lopez Obrador menyatakan bahwa permintaan tersebut tidak memiliki dasar hukum.
Amerika Serikat, mitra dagang utama Meksiko, memperingatkan bahwa reformasi ini dapat membahayakan hubungan bilateral yang bergantung pada kepercayaan investor terhadap kerangka hukum di Meksiko. Lopez Obrador, yang akan digantikan oleh sekutunya Claudia Sheinbaum pada 1 Oktober, berpendapat bahwa reformasi diperlukan karena pengadilan saat ini lebih melayani kepentingan elit politik dan ekonomi. (DY)
Komentar