Sederet Kontroversi Olimpiade Paris: Representasi LGBT, Parodi Lukisan “Perjamuan Terakhir”, dan Penampilan Ratu Marie Antoinette yang Dipenggal Kepalanya

Veridial
30 July 2024 15:23 WIB


Sender.co.id - Olimpiade Musim Panas adalah ajang olahraga internasional yang dilaksanakan pada musim panas  yang dilaksanakan setiap 4 tahun sekali dan pertama kali diselenggarakan pada tahun 1986.

 

Tahun 2024 olimpiade musim panas diselenggarakan di kota Paris, dengan nama resmi Games of the XXXIII Olympiad (les Jeux de la XXXIIIe olympiade) Olimpiade Paris 2024 telah dibuka pada tanggal 26 Juli 2024 dan akan selesai pada 11 Agustus 2024 mendatang, diikuti dengan 206 negara dan lebih dari 10 ribu atlet berbagai cabang olahraga.

 

Pembukaan ajang olahraga ini dilangsungkan di sungai Seine. Meskipun acara ini telah dibuka sejak beberapa hari lalu, pembukaan ajang olahraga ini menuai kontroversi yang beragam. Hal ini dikarenakan pembukaan Olimpiade Paris 2024 mengangkat konsep inklusivitas dan menampilkan drag queen. Drag queen merupakan bagian dari budaya LGBT di Prancis dan seluruh dunia.

 

Mereka berfungsi sebagai simbol ekspresi gender dan kreativitas. Drag queen sering kali menggunakan penampilan mereka untuk menantang norma-norma gender, mempromosikan inklusivitas, dan merayakan keberagaman.

 

Prancis sendiri dikenal sebagai negara yang liberal terhadap kaum LGBT. Penampilan ini dimaksudkan untuk merayakan keberagaman gender dan seksualitas, serta mempromosikan pesan bahwa semua orang diterima dan dihormati dalam ajang internasional ini.

 

Namun, penampilan drag queen ini menuai kritik dari sejumlah kalangan konservatif yang merasa bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan tradisi Olimpiade yang selama ini dikenal.

 

Selain itu juga, pembukaan olimpiade ini memparodikan lukisan terkenal karya Leonardo da Vinci “perjamuan terakhir”. Lukisan ini menjelaskan tentang perjamuan makanan terakhir Yesus Kristus dengan para rasulnuya sebelum disalib.

 

Lukisan tersebut diubah dengan menampilkan atlet-atlet Olimpiade sebagai para tokoh dalam perjamuan. Beberapa kalangan religius merasa bahwa penggunaan karya seni yang memiliki makna religius yang mendalam untuk tujuan promosi komersial adalah tidak pantas dan menyinggung perasaan umat Katholik dan Kristen di seluruh dunia.

 

Sebaliknya, ada pula yang melihatnya sebagai ekspresi seni dan penghormatan kepada sejarah seni Eropa. Promosi lainnya yang kontroversial melibatkan penampilan Ratu Marie Antoinette dalam sebuah kampanye, di mana ia digambarkan dengan kepala yang dipenggal, merujuk pada eksekusinya selama revolusi Prancis.

 

Penggunaan gambar tersebut memicu kritik keras, khususnya dari pihak yang menganggapnya tidak sensitif terhadap sejarah Prancis dan penderitaan yang dialami oleh mereka yang terdampak oleh revolusi. Meskipun dimaksudkan sebagai metafora sejarah yang provokatif, banyak yang merasa bahwa hal itu tidak pantas dan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap citra Olimpiade.

 

Kontroversi-kontroversi di atas tentunya mengundang respons kontra dari berbagai pihak, khususnya tentang kemarahan umat Kristiani terhadap parodi “Perjamuan Terakhir”. Politikus Prancis, Marion Maréchal, menyatakan bahwa parodi tersebut tidak mencerminkan pandangan rakyat Prancis secara umum.

 

Olah data: Divya

 

Komentar