(Menteri Israel/istimewa)
Sender.co.id - Tidak hanya berbuat keributan di kompleks Masjid Al-Aqsa, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir kini menyampaikan idenya untuk membangun sinagoga atau tempat ibadah umat Yahudi di sana.
Menurut Ben-Gvir, orang Yahudi memiliki hak untuk berdoa di Masjid Al-Aqsa
di Yerusalem Timur yang diduduki, sehingga berencana membangun sinagoga.
“Kebijakan tersebut mengizinkan salat di Temple Mount (Masjid Al-Aqsa). Ada
hukum yang sama untuk orang Yahudi dan Muslim. Saya akan membangun sinagoga di
sana,” ujarnya kepada Radio Angkatan Darat Israel, seperti dimuat Middle
East Monitor pada Selasa (27/8).
Ini merupakan yang pertama kalinya, Menteri Israel yang terkenal ekstremis itu
berbicara terbuka mengenai pembangunan sinagoga di lokasi yang menjadi titik
konflik Palestina.
Komentar Ben-Gvir muncul setelah dirinya bulan ini memimpin sejumlah pemukim
ilegal Israel menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa dan melakukan sejumlah tindak
provokatif di sana.
Aksi itu bahkan terjadi dengan perlindungan otoritas keamanan Israel yang
beroperasi di bawah Kementerian Ben-Gvir.
Status quo, yang berlaku sejak sebelum pendudukan Israel tahun 1967, menunjuk
Wakaf Islam di Yerusalem, di bawah menteri Wakaf dan urusan Islam Yordania,
sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk mengelola Masjid Al-Aqsa, yang
merupakan tempat ibadah khusus umat Islam.
Namun, sejak tahun 2003, polisi Israel secara sepihak mengizinkan pemukim
ilegal memasuki Masjid Al-Aqsa pada hari kerja, kecuali hari Jumat dan Sabtu,
tanpa persetujuan dari Wakaf Islam.
Serangan Ben-Gvir yang sering ke Masjid Al-Aqsa dan rencana pembangunan
sinagoga di lokasi tersebut telah memicu gelombang kecaman dari dunia Arab dan
Islam serta masyarakat internasional.
Menanggapi rencana kontroversial tersebut, Menteri Dalam Negeri Israel Moshe
Arbel dari Partai Shas meminta Netanyahu mengendalikan Ben-Gvir.
"Kata-katanya yang tidak bertanggung jawab (Ben-Gvir) membahayakan aliansi
strategis Israel dengan negara-negara Islam yang merupakan bagian dari koalisi
melawan poros kejahatan Iran," kata dia.
"Kurangnya kecerdasannya dapat menyebabkan pertumpahan darah," ia
memperingatkan.
Harian Israel Yedioth Ahronoth mengatakan bahwa mereka telah memperoleh
video dan foto yang menunjukkan para pemukim Israel melakukan ibadah selama
penyerbuan mereka ke Masjid Al-Aqsa, di hadapan polisi Israel.
Masjid Al-Aqsa dianggap sebagai situs tersuci ketiga dalam Islam. Orang-orang
Yahudi menyebut daerah itu sebagai Temple Mount, yang diyakini sebagai lokasi
dua kuil Yahudi kuno.
Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel tahun 1967. Pada tahun 1980, Israel mencaplok seluruh kota, sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional. (*)
Komentar