Sepuluh Orang Ditahan Terkait Penyerangan terhadap Dua Marinir AS di Turki

Divya Naila
04 September 2024 10:54 WIB

Sender.co.id - Sepuluh orang yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap dua Marinir AS di Turki pada hari Senin telah ditangkap pada hari Selasa, demikian menurut Pengadilan Pidana Izmir. Mereka ditangkap atas tuduhan merampas kebebasan lebih dari satu orang. Sementara lima orang lainnya akan diadili tanpa penahanan.

Para tersangka yang ditangkap akan mengajukan banding atas keputusan pengadilan dan meminta peninjauan kembali atas penangkapan tersebut pada hari Rabu.

Para Marinir yang saat itu mengenakan pakaian sipil, diserang oleh sekelompok dua wanita dan 13 pria yang merupakan anggota Persatuan Pemuda Turki, menurut Kantor Gubernur Izmir dalam sebuah unggahan di platform X (sebelumnya Twitter). Persatuan Pemuda Turki adalah kelompok pemuda dan mahasiswa nasional yang memiliki pandangan anti-Amerika dan anti-imperialis, serta terkait dengan "Partai Vatan," sebuah partai politik nasionalis di Turki.

Dikutip dari ABC News, sebagai tindakan pencegahan, anggota angkatan bersenjata AS yang saat itu sedang berada di Izmir diminta untuk tetap di kapal mereka.

Sebuah video yang diunggah di situs web kelompok tersebut menunjukkan sejumlah orang menyerang kedua Marinir tersebut sambil meneriakkan "Yankee, pulanglah!" dan mencoba menutupi kepala salah satu Marinir dengan karung. Video tersebut juga mengarahkan penonton untuk bergabung dengan kelompok tersebut.

Kedutaan Besar AS di Turki mengonfirmasi insiden tersebut dalam sebuah posting di X, serta menyatakan bahwa para prajurit selamat dan berterima kasih kepada otoritas Turki "atas respons cepat dan investigasi yang sedang berlangsung."

Gubernur Izmir melaporkan bahwa "5 tentara AS berpakaian preman melihat insiden itu dari kejauhan dan turut terlibat."

Armada Keenam mengungkapkan bahwa kedua Marinir tersebut dibantu oleh rekan-rekan mereka di area tersebut dan dibawa ke rumah sakit setempat untuk evaluasi. Meskipun tidak ada yang terluka, mereka telah kembali ke USS Wasp. Tidak ada Marinir yang ditahan oleh pihak berwenang, dan mereka yang terlibat bekerja sama dengan penyelidik, kata Armada Keenam.

Juru bicara Pentagon, Mayjen Pat Ryder, pada hari Selasa menyatakan, "Kami sangat bangga dengan profesionalisme para anggota angkatan bersenjata kami dalam menangani situasi tersebut."

Ketika ditanya apakah insiden ini akan berdampak pada pembatasan di instalasi militer AS lainnya di luar negeri, Ryder menjawab bahwa keputusan tersebut tergantung pada komandan setempat.

"Setiap situasi dinilai berdasarkan konteksnya," ujarnya. "Perlindungan pasukan selalu menjadi prioritas, dan setiap komandan memiliki wewenang untuk membuat keputusan semacam itu."

Persatuan Pemuda Turki sebelumnya pernah dituduh menyerang anggota angkatan bersenjata AS. Pada tahun 2014, tiga pelaut AS diserang oleh sekitar 20 anggota kelompok tersebut di Istanbul saat mereka sedang cuti dari kapal perusak USS Ross yang sedang berlabuh di sana. Insiden tersebut juga direkam dalam video dan diunggah ke situs web kelompok itu.

USS Wasp tiba di Izmir pada hari Minggu untuk "kunjungan pelabuhan terjadwal rutin," menurut Departemen Pertahanan. Para Marinir tersebut merupakan bagian dari Unit Ekspedisi Marinir ke-24, yang sedang melakukan penempatan rutin di atas Wasp di wilayah operasi Armada Keenam AS, termasuk Laut Mediterania bagian timur, di mana mereka baru-baru ini menyelesaikan latihan bilateral dengan Turki. (DY)

Komentar