Shell Lepas 100 Persen Bisnis SPBU di Indonesia, SEFAS Jadi Pemilik Baru

Wangga Lasmi Damayanti
20 August 2026 13:49 WIB

Sender.co.id – Shell Indonesia mengumumkan pengalihan kepemilikan seluruh bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia kepada perusahaan patungan yang dibentuk oleh SEFAS Group dan Citadel Pacific Limited. Proses pengambilalihan tersebut masih menunggu persetujuan regulator dan pemenuhan sejumlah persyaratan.

Bisnis yang dialihkan mencakup jaringan SPBU Shell serta kegiatan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak. Shell sebelumnya menyebut memiliki sekitar 200 lokasi SPBU di Indonesia, dengan lebih dari 160 di antaranya dimiliki perusahaan, serta satu terminal BBM di Gresik, Jawa Timur.

CEO SEFAS Group Ricky Roesli mengatakan pengambilalihan tersebut menjadi langkah lanjutan perusahaan untuk memperluas bisnis di sektor ritel energi nasional.

“Sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia, SEFAS bangga dapat mengambil langkah bisnis berikutnya, dan mendukung pertumbuhan masa depan sektor ritel energi Indonesia,” kata Ricky dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).

Ricky mengatakan SEFAS akan melanjutkan proses yang diperlukan untuk menyelesaikan pengambilalihan kepemilikan penuh bisnis SPBU tersebut. Penyelesaian transaksi ditargetkan berlangsung pada tahun ini, dengan kelancaran masa transisi menjadi salah satu fokus utama perusahaan.

Sementara itu, Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia Andri Pratiwa sebelumnya mengatakan pengalihan bisnis SPBU merupakan bagian dari proses transformasi portofolio Shell di Indonesia. Di sisi lain, Shell akan terus mengembangkan bisnis pelumas di pasar Indonesia.

“Shell Indonesia tengah memasuki tahap baru dengan berbagai peluang,” ujar Andri. Ia juga menegaskan Shell tetap berinvestasi dalam bisnis pelumas, termasuk pengembangan fasilitas manufaktur grease di Marunda.

Meski kepemilikan bisnis SPBU beralih, merek Shell tidak langsung menghilang dari Indonesia. Setelah proses pengalihan selesai, merek Shell tetap akan digunakan melalui perjanjian lisensi. Produk BBM Shell juga akan tetap dipasok melalui Shell sehingga pelanggan masih dapat mengakses produk tersebut.

Pengalihan bisnis SPBU ini juga tidak mencakup bisnis pelumas Shell yang terus dikembangkan di Indonesia. Shell menyatakan Indonesia tetap menjadi salah satu pasar pertumbuhan penting untuk bisnis pelumasnya.

Dengan transaksi tersebut, SEFAS yang selama ini dikenal sebagai salah satu distributor utama pelumas Shell di Indonesia akan masuk lebih jauh ke sektor ritel energi. SEFAS sendiri didirikan pada 1997 oleh Herman Soegeng dan Ricky Roesli, dengan Ricky saat ini menjabat sebagai Direktur Utama.

Hingga proses transaksi rampung, operasional SPBU Shell tetap berjalan seperti biasa. Pengalihan kepemilikan tersebut juga tidak berarti seluruh jaringan SPBU Shell akan berganti nama dalam waktu dekat, mengingat penggunaan merek Shell tetap dimungkinkan melalui skema lisensi. (wg)

Komentar