Setelah Tiga Tahun Terhenti, Kompetisi Sepak Bola Palestina Kembali Digelar

Wangga Lasmi Damayanti
12 August 2026 19:58 WIB

Sender.co.id — Kompetisi sepak bola Palestina akan kembali bergulir mulai 4 September 2026, setelah hampir tiga tahun terhenti akibat perang di Gaza. Pengumuman tersebut disampaikan Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) Jibril Rajoub dalam konferensi pers di Ramallah, Senin (10/8/2026).

Rajoub mengatakan kembalinya kompetisi menjadi langkah penting untuk menghidupkan kembali aktivitas olahraga Palestina setelah terhenti sejak perang pecah pada Oktober 2023.

 â€œKami mengumumkan dimulainya kembali kegiatan olahraga dan liga asosiasi sepak bola pada 4 September,” kata Jibril Rajoub dalam konferensi pers tersebut.

Kompetisi pertama yang menandai kembalinya sepak bola Palestina akan bernama Thousand Martyrs’ Cup atau Piala Seribu Martir. Menurut PFA, nama tersebut dipilih untuk mengenang 1.014 atlet Palestina yang disebut tewas selama konflik.

Turnamen tersebut direncanakan melibatkan lebih dari 200 klub. Rinciannya mencakup 146 klub dari Tepi Barat, 44 klub dari Jalur Gaza, dan 36 klub dari kamp pengungsi Palestina di Lebanon. Pertandingan dijadwalkan berlangsung secara bersamaan di ketiga wilayah tersebut.

Kembalinya kompetisi menjadi momentum penting bagi sepak bola Palestina yang terdampak langsung oleh konflik. Selain menghentikan kompetisi, perang juga berdampak terhadap atlet, klub, fasilitas olahraga, serta aktivitas sepak bola secara keseluruhan.

Dalam pernyataannya, Rajoub juga menyerukan dukungan dari FIFA dan organisasi olahraga internasional lainnya untuk memastikan para atlet Palestina tetap memiliki hak untuk berolahraga dan berkompetisi.

Menurut data PFA, lebih dari 1.000 anggota komunitas olahraga Palestina telah meninggal sejak perang dimulai, termasuk ratusan orang yang berasal dari lingkungan sepak bola. Data tersebut merupakan catatan PFA dan tidak seluruhnya dapat diverifikasi secara independen.

Dengan dimulainya Thousand Martyrs’ Cup pada 4 September mendatang, sepak bola Palestina akan kembali memiliki kompetisi antarklub setelah vakum hampir tiga tahun. Bagi PFA, turnamen tersebut sekaligus menjadi simbol keberlanjutan olahraga Palestina di tengah kondisi yang masih penuh tantangan. (wg)

Komentar