(Ilustrasi/istimewa)
Sender.co.id - Lebih dari 200.000 orang telah membatalkan langganan digital mereka untuk Washington Post hingga tengah hari pada hari Senin, 28 Oktober 2024.
Kepergian
ratusan ribu pelanggan itu terjadi menyusul keputusan surat kabar tersebut
untuk menghentikan dukungan terhadap calon presiden manapun pada pemilu tahun
ini.
Laporan NPR menyebut angka pembatalan itu mewakili 8 persen dari total
langganan di Washington Post yang berjumlah 2,5 juta pelanggan.
Selain kehilangan pelanggan, sejumlah kolumnis juga telah mengundurkan diri
dari Washington Post, yang dimiliki oleh miliarder Jeff Bezos.
Hingga kini Washington Post belum memberikan komentar atas laporan
tersebut.
Dalam sebuah posting pada hari Jumat, 25 Oktober 2024, William Lewis, penerbit
dan kepala eksekutif Washington Post, mengatakan bahwa surat kabar itu
tidak akan mendukung calon presiden dalam pemilihan 5 November, maupun dalam
pemilihan presiden mendatang.
"Kita kembali ke akar kita untuk tidak mendukung calon presiden,"
tulis Lewis.
Sebanyak
20 kolumnis dalam sebuah opini di situs web Post menyebut putusan Washington
Post untuk tidak berpihak dalam kampanye presiden adalah kesalahan
besar.
Mereka menambahkan bahwa hal itu menunjukkan pengabaian terhadap keyakinan
editorial mendasar. (VE)
Komentar