(ilustrasi)
Sender.co.id - Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan sayembara berhadiah 10 juta dolar AS (Rp163 miliar) untuk menangkap seorang warga Korea Utara bernama Rim Jong-hyok.
Departemen
Luar Negeri menuduh Rim terkait dengan kelompok cyber yang dikenal sebagai
Andariel, dan terlibat dalam aktivitas cyber jahat yang menargetkan rumah sakit
AS, lembaga pemerintah, kontraktor pertahanan, dan lainnya.
"Penyelidik penegak hukum AS telah mendokumentasikan bahwa tersangka
Andariel melumpuhkan lima penyedia layanan kesehatan, empat kontraktor
pertahanan yang berbasis di AS, dua pangkalan Angkatan Udara AS, dan Badan
Penerbangan dan Antariksa Nasional," menurut departemen tersebut, seperti
dikutip dari Yonhap, Jumat (26/7).
"Tindakan ini menggarisbawahi upaya berkelanjutan AS untuk mengatasi
aktivitas siber jahat DPRK terhadap infrastruktur penting," kata
departemen itu dalam sebuah catatan media.
"Upaya ini juga untuk mencegah kemampuan DPRK untuk menghasilkan
pendapatan gelap melalui aktivitas kejahatan siber yang digunakannya untuk
mendanai program rudal balistik dan senjata pemusnah massal yang melanggar
hukum," sambungnya.
DPRK merupakan singkatan dari nama resmi Korea Utara, Republik Rakyat
Demokratik Korea. Sementara WMD merupakan singkatan dari senjata pemusnah
massal.
"Kami mendorong siapa pun yang memiliki informasi tentang aktivitas siber
jahat Rim Jong-hyok, Andariel, dan individu, entitas, serta aktivitas terkait
untuk menghubungi Rewards for Justice," kata Departemen Luar Negeri AS,
merujuk pada program hadiah.
Departemen mengatakan kelompok Andariel dikendalikan oleh Biro Umum
Pengintaian, Badan Intelijen Militer Korea Utara.
Mei lalu, Amerika juga mengumumkan hadiah hingga 5 juta dolar AS untuk informasi tentang tiga pekerja IT Korea Utara dan manajer mereka yang terlibat dalam skema yang memungkinkan para pekerja tersebut mendapatkan pekerjaan telework ilegal dengan identitas palsu milik warga negara AS. (*)
Komentar