(Prseiden Jokowi melakukan kunjungan ke PT. Freeport Indonesia yang berlokasi di Gresik Jawa Timur/istimewa)
Sender.co.id - Divestasi 10 persen saham PT Freeport Indonesia agar segera diselesaikan. Kepemilikan saham mayoritas di PT Freeport akan memberikan keuntungan besar bagi negara.
Presiden Joko Widodo meyakini, sebanyak 80 persen keuntungan PT Freeport nantinya akan masuk ke kas negara, baik dalam bentuk royalti, Pph Badan, Pph Karyawan, bea ekspor, hingga bea keluar.
Hal itu ditegaskan Jokowi kepada Menteri Energi dan
Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sesaat setelah meresmikan produksi
katoda tembaga perdana dari fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter)
tembaga PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated
Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.
Jokowi ingin Bahlil segera menyelesaikan tugas untuk menguasai 61 persen saham
Freeport yang saat ini sedang diupayakan.
Hal itu penting dilakukan agar segera memperkuat kontrol Indonesia atas Freeport
dan memanfaatkan sepenuhnya sumber daya alam negeri sendiri.
Saya minta memang secepatnya harus di-clear-kan, karena smelter-nya juga sudah
jadi. Dan ini adalah milik Indonesia," kata Jokowi, dikutip Selasa
(24/9).
Ia memahami bahwa proses negosiasi akan berjalan Panjang dan tidak mudah. Ia
merujuk saat Indonesia mengambil 51 persen saham PT Freeport Indonesia.
"Dulu saat kita mengambil 51 persen, itu juga negosiasinya juga tidak
sebulan, dua bulan, tiga bulan, tahunan, alot. Bukan hal yang gampang. Dan saat
itu memang banyak yang sudah pesimis, tapi saya (saat itu) optimis bahwa akan
kita dapatkan 51 persen saham mayoritas," jelasnya.
Jokowi telah bertekad bahwa kepemilikan saham pemerintah di PT Freeport
Indonesia akan bertambah 10 persen pada beberapa bulan ke depan. Dengan begitu,
total saham yang akan dimiliki pemerintah di PT Freeport yakni sebesar 61
persen.
"Dalam pengambilalihan Freeport menuju sekarang 51 persen itu memerlukan
3,5 tahun dan kita bekerja diam-diam, enggak ada yang tahu. Tahu-tahu kita
ambil alih. Dan sebentar lagi, Insya Allah dalam bulan-bulan depan ini kita
akan tambah lagi 10 persen, jadi 61 persen," tegas Jokowi. (VE)
Komentar